• Anime
    Tempat download free anime-anime subtitle Indonesia dan english.
  • IDbase-Manga
    Tempat buat baca komik manga Translate english maupun indo.
  • Software
    Tempat download free software dan game.


Home » 2015 » November » 9 » Mahouka Koukou no Rettousei (Indonesia):Volume 1 Chapter 1 part 1
11:56 PM
Mahouka Koukou no Rettousei (Indonesia):Volume 1 Chapter 1 part 1

Chapter 1 part 1


"Aku tidak bisa terima.."

“ Kamu masih mempermasalahkan itu.... ? “

Hari ini adalah hari upacara penerimaan siswa baru, tetapi sekarang masih terlalu pagi, masih 2 jam lagi sebelum upacara dimulai.

Para siswa baru dengan hati yang berdebar-debar untuk memulai kehidupan baru mereka di sekolah, ditemani orang tua yang bahkan lebih antusias dari mereka.

Berdiri di depan auditorium tempat upacara penerimaan itu akan diadakan, sepasang lelaki dan wanita, dibalut seragam baru, yang karena beberapa alasan sedang berdebat.

Mereka sesama siswa baru, akan tetapi seragam mereka berbeda satu sama lain.

Kita tidak sedang membicarakan tentang perbedaan antara celana panjang dan rok, maupun perbedaan antara pakaian seorang pria dan wanita.

Melainkan, pada bagian dada siswa perempuan terdapat desain bunga berkelopak 8 yang merupakan emblem lambang dari SMA Satu.

Emblem itu tidak terdapat pada blazer siswa laki-laki itu.

“Onii-sama, kenapa kamu jadi cadangan ? bukankah kamu yang terbaik dalam ujian penerimaan ? seharusnya kamu yang menjadi perwakilan siswa baru, bukan aku!”

“Kesampingkan dulu pertanyaan darimana kamu bisa tau hasil ujian penerimaan.... namun ini adalah Sekolah Sihir, bukankah sudah jelas kalau mereka akan lebih menitikberatkan pada hasil praktek keterampilan sihir daripada dari hasil ujian tertulis, iya kan ?

Miyuki, kamu sadar dengan kemampuan praktekku, kan ? aku sendiri juga kaget karena masih bisa diterima disini sebagai siswa jalur 2.”

Dalam kejadian itu, siswa laki-laki itu sedang mencoba untuk menenangkan siswa perempuan yang sedang marah itu. Faktanya siswa perempuan itu memanggil siswa laki-laki itu dengan sebutan “ Onii-sama”, kita mungkin bisa beranggapan kalau mereka berdua adalah saudara kandung. Juga tidak menutup kemungkinan kalau mereka adalah saudara dekat.

Jika mereka adalah saudara kandung.

Maka mereka adalah saudara kandung yang tidak mirip satu sama lain.

Di satu sisi, siapapun akan melirik adik perempuannya dan tidak diragukan lagi akan terpesona padanya, bahkan seratus dari seratus orang, akan setuju kalau dia menawan, gadis yang cantik.

Di sisi lain, kakak laki-lakinya, selain dari badannya yang tegap dan sorot matanya tajam, tidak ada sesuatupun dari penampilannya yang dapat menarik perhatian.

“Bagaimana kamu bisa ragu dengan dirimu sendiri! Bahkan ketika tidak ada seorangpun yang dapat menandingimu dalam pelajaran maupun taijutsu  ! sesungguhnya, bahkan dalam sihir.... “

Adik perempuannya mengomeli kakak laki-lakinya karena kerendahan diri kakaknya, tetapi,

“ Miyuki! “

Dia memanggilnya dengan nada yang cukup keras, Miyuki tersadar dan terdiam.

“ Kamu mengerti kan ? walaupun kamu bicara seperti itu, tidak akan ada yang berubah.”

“....... maafkan aku. “

“ Miyuki.... “

Tatsuya meletakkan tangannya di atas kepala Miyuki dan membelai rambut hitamnya, yang sedikit mengeriting rambutnya. “ Sekarang, apa yang harus aku lakukan untuk memperbaiki suasana hatinya..... “ pemuda yang adalah kakaknya itu merenung dengan wajah yang sedikit kesulitan.

“.... Aku sangat senang dengan perasaanmu. Aku selalu merasa kalau kamu ingin menolongku setiap kali kamu marah demi aku. “

“ Pembohong. “

“ Aku tidak berbohong. “

“ Bohong. Onii-sama, kamu selalu menegurku... “

“ Aku tidak berbohong. Tetapi, aku juga memikirkan kamu seperti kamu memikirkan diriku. “

“ Onii-sama.... katamu, ‘kamu selalu memikirkan aku’.....”

(....Huh?)

Karena alasan tertentu, wajah wanita muda itu memerah.

Meskipun pemuda itu dapat merasakan adanya kejanggalan yang tidak dapat dia hiraukan, namun demi menyelesaikan masalah yang sudah mendesak, ia menangguhkan keraguan itu untuk saat ini.

“Bahkan jika kamu mengundurkan diri untuk memberi kata sambutan pada upacara penerimaan siswa baru, tidak mungkin aku akan dipilih untuk menggantikanmu. Jika kamu mengundurkan diri pada jam sebelas, pasti hal ini nantinya akan sedikit menodai penghargaan untuk dirimu.

Baca Mahouka Koukou no Rettousei (Indonesia):Volume 1 Chapter 1 part 1
 

“ Kamu mengerti kan ? Miyuki, kamu gadis yang cerdas. “

“Tapi... “

“ Selain itu, Miyuki, aku sangat antusias dengan ini.

Tunjukkan pada kakakmu yang tidak berguna ini saat saat adik perempuannya yang manis ini menerima penghargaan sebagai perwakilan siswa baru. “

“ Onii-sama bukan kakak yang tidak berguna !

... Tapi, aku mengerti. Maafkan atas sikap keras kepalaku. “

“ Tidak ada yang perlu dimaafkan, aku tidak pernah merasa sikapmu itu keras kepala. “

“ Baiklah, aku akan pergi sekarang.

....... Tolong lihat saya nanti, Onii-sama. “

“ Yeah, semoga sukses. Aku sangat menantikannya. “

Tentu saja, sampai jumpa, wanita muda itu menundukkan kepalanya dan masuk ke dalam auditorium. Setelah memastikan dia pergi, pemuda itu bernafas lega.

( Baiklah...... apa yang harus aku lakukan sekarang ? )

pemuda yang menemani adik perempuannya yang enggan menjadi perwakilan siswa baru itu, berangkat ke sekolah sebelum gladi resik upacara dimulai, sekarang ia bingung bagaimana ia akan menghabiskan sisa dua jam sebelum dimulainya upacara sekolah.

 


 

Sekolah itu terdiri dari bangunan utama, gedung latihan, dan gedung eksperimen.

 

Gedung auditorium / gimnasium yang dapat diketahui ada ruangan apa saja yang ada didalamnya melalui mesin informasi. Sebuah perpustakaan dengan tiga tingkat di atas tanah dan dua tingkat di bawah. Dua gimnasium kecil. Sebuah gedung persiapan yang dilengkapi dengan ruang ganti, kamar mandi, ruang penyimpanan peralatan, dan ruang klub. Kantin, kafetaria, dan departemen pengadaan berada di gedung lain, dan di atas semua itu, berbagai pavilyun besar dan kecil dibangun membuat desain SMA Satu tampak lebih mirip dengan kampus universitas pinggiran kota daripada SMA biasa.

Pemuda itu melihat ke kiri dan kanan saat ia berjalan di sepanjang jalan yang diaspal dengan lapisan batu bata, mencari tempat untuk beristirahat sampai tiba waktunya bagi dia untuk masuk ke auditorium.

Kartu ID yang mengijinkan dia untuk menggunakan fasilitas sekolah hanya akan diberikan setelah upacara penerimaan siswa baru berakhir.

Untuk menghindari kekacauan, kafe umum yang dimaksudkan untuk melayani pengunjung juga ditutup hari ini.

Untunglah hari ini tidak hujan, sebuah ide terlintas di kepalanya ketika dia duduk di sebuah bangku panjang, membuka mobile terminalnya, dan mulai mengakses portal buku yang dia suka.

Halaman sekolah itu tampaknya menjadi jalan pintas dari gedung persiapan ke auditorium.

Beberapa orang berlalu-lalang di halaman itu, mereka sepertinya sedang membantu persiapan untuk upacara penerimaan siswa baru. Ada beberapa siswa ( kakak kelas ) yang melintasi pemuda itu dalam jarak yang cukup dekat. Siswa siswa itu semuanya memiliki emblem bunga berkelopak delapan pada bagian dada kiri seragam mereka.

Ketika mereka melintas, perkataan yang tidak menyenangkan terdengar.

— Bukankah anak itu Weed ?

— Dia datang terlalu awal..... dia sangat antusias padahal hanya cadangan.

— Pada akhirnya, dia tidak lebih dari seorang cadangan.

Sebuah obrolan, yang tidak ingin ia dengar, terlintas melewati telinganya.

Kata kata itu, Weed, mengacu pada siswa jalur 2.

Siswa yang memiliki desain emblem bunga berkelopak delapan pada sisi kiri bagian dada blazer mereka disebut “ Blooms “, akan tetapi siswa jalur 2 yang tidak memiliki emblem itu seperti rumput yang tidak memiliki bunga yang berkembang, dan dicemooh dengan sebutan “ Weeds “.

Kuota dari siswa baru di sekolah ini sebanyak 200 orang.

Di antara mereka semua, seratus orang masuk sekolah ini sebagai siswa jalur 2.

SMA Satu, yang berafiliasi dengan Universitas Sihir Nasional, adalah sebuat institusi yang didirikan di bawah kebijakan nasional dengan tujuan untuk mendidik teknisi sihir.

Sebagai balasan dari anggaran yang dikucurkan oleh negara, sekolah ini memiliki kewajiban untuk mendapatkan hasil yang pasti.

Setiap tahun, sekolah ini menghasilkan lebih dari seratus lulusan yang masuk ke Universitas Sihir atau mendaftar ke Pelatihan Spesialis yang lebih lanjut dari Institut Teknik Sihir.

Memang disayangkan, faktanya pendidikan sihir adalah masalah trial dan error. Kecelakaan, yang melampaui tingkat kecelakaan kecil, dengan mudah dapat terjadi secara langsung jika Sihir meleset saat pelatihan praktek dan eksperimen. Bahkan saat para siswa menyadari bahaya yang dapat terjadi, setiap orang akan mempertaruhkan masa depannya pada bakatnya sendiri dalam sihir dan kemungkinan yang ada dalam dirinya demi menempuh jalan menjadi penyihir.

Ketika hanya ada segelintir yang memiliki bakat tertentu, dan bakat itu sangat dihargai oleh masyarakat, hanyak sedikit yang akan melepaskannya. Bahkan untuk pria dan wanita muda yang belum mencapai kedewasaannya masing-masing, menyebabkan mereka tidak bisa mengejar cita-cita di luar 'masa depan yang cemerlang’ itu. Fakta lain, sebagai konsekuensi dari suatu sistem yang diyakini dan sudah ditetapkan dalam diri mereka, bahwa banyak anak telah dibebani dengan 'trauma' dari sistem yang diyakini itu.

Berkat akumulasi dari kecelakaan yang pernah terjadi saat pelatihan atau eksperimen, sebagian besar kecelakaan yang mengakibatkan kematian atau cacat tubuh telah diminimalisir dan tidak terjadi lagi.

Akan tetapi, bakat seseorang dalam sihir dapat dengan mudah terganggu dari aspek psikologis.

Setiap tahun, jumlah siswa yang putus sekolah sebagai akibat dari ketidakmampuan menggunakan sihir akibat shock yang diterima dari kecelakaan tidaklah kecil.

Yang menggantikan siswa yang keluar tersebut adalah “ siswa jalur 2 “.

Ketika mendaftar di sekolah, mereka diijinkan untuk mengikuti pelajaran di kelas, menggunakan fasilitas dan mengakses data, tetapi mereka kekurangan aspek yang paling penting dalam belajar, yaitu mereka tidak mendapat pelatihan khusus dalam praktek keterampilan sihir.

Mereka hanya dapat belajar secara mandiri, dan menunjukkan hasilnya melalui usaha mereka sendiri.

Jika mereka tidak dapat melakukannya, mereka harus lulus dari sekolah biasa.

Jika seseorang tidak lulus dari sekolah sihir , maka orang itu tidak dapat melanjutkan pelajaran ke universitas sihir.

Karena jumlah orang yang dapat mengajarkan sihir tidak mencukupi, tidak dapat dihindarkan kalau yang lebih berbakat akan diberikan prioritas. Sejak awal, siswa jalur 2 diterima dengan kondisi tidak ada yang bisa mengajar mereka.

Di depan umum, memanggil siswa jalur 2 dengan sebutan “ Weeds “ adalah hal yang terlarang.

Akan tetapi, sudah menjadi rahasia umum bahwa ini telah menjadi istilah yang terkenal untuk mencemooh mereka, sebuah istilah yang berakar bahkan dalam siswa jalur 2 itu sendiri. Bahkan siswa jalur 2 harus mengakui bahwa mereka tidak lebih dari cadangan.

Sama halnya dengan pemuda itu.

Itulah sebabnya tidak perlu lagi bagi mereka untuk berbicara keras-keras dengan tujuan supaya pemuda itu menyadarinya. Dia masuk sekolah ini dengan sepenuhnya menyadari hal itu.

Sungguh bantuan yang tidak diperlukan dari mereka, pikiran itu terlintas dalam benak pemuda itu sembari ia mengalihkan perhatiannya ke portal buku yang telah dimuat ke dalam terminal data-nya.

 


 

Sebuah jam terpampang di depan terminal komputernya.

Kesadarannya, yang terbenam karena keasyikan membaca, kembali ke kehidupan nyata.

Masih tersisa 30 menit sebelum upacara penerimaan siswa baru dimulai.

“ Apakah kamu siswa baru ? sudah hampir waktunya dimulai upacara penerimaan siswa baru loh. “

Ketika dia bersiap untuk berdiri, setelah log out dari salah satu portal buku favoritnya dan menutup terminal komputernya, sebuah suara terdengar dari atas.

Hal pertama yang terlihat adalah rok seragam. Setelah itu, melingkar di sekitar lengan kirinya sebuah gelang.

Lebih luas dan lebih tipis dari gelang biasa, itu adalah model terbaru dari CAD yang dibuat untuk fashion.

CAD (Casting Assistant Device)—processor pendukung rapalan sihir.

Di negara ini, ini dikenal juga sebagai ( Operator Sihir ).

Sesuatu yang menggantikan alat-alat seperti mantra, jimat, segel tangan, lingkaran sihir, buku-buku sihir, dan metode tradisional lainnya untuk merapal sihir, itu adalah alat yang dibutuhkan oleh setiap Teknisi Sihir modern.

Jaman sekarang, tidak ada lagi penelitian menggunakan kata-kata, atau frase tunggal untuk merapal sihir. Jika menggunakan jimat dan lingkaran sihir dan lain-lain, waktu terpendek untuk merapal sihir sekitar 10 detik, sedangkan yang paling lama dapat mencapai lebih dari satu menit tergantung pada sihir yang dilakukan, sedangkan CAD dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan sampai kurang dari satu detik.

Walaupun merapal sihir bisa dilakukan tanpa CAD, tetapi tidak ada teknisi sihir yang walaupun tidak menggunakan CAD, dapat mempercepat perapalan sihir nya. Di antara orang-orang yang telah mendedikasikan diri untuk spesialisasi dalam satu keterampilan khusus tentang fenomena supranatural atas kehendak mereka sendiri, yang disebut "Pengguna Kekuatan Supranatural", orang-orang yang menginginkan kecepatan dan stabilitas yang dapat disediakan oleh suatu sistem aktivasi dan suka menggunakan CAD, sudah umum dilakukan setiap orang.

Akan tetapi, bukan berarti setiap orang yang memiliki CAD dapat menggunakan sihir.

CAD hanya memudahkan dalam rangkaian aktivasi, dan semuanya tergantung pada kemampuan dari teknisi sihir itu sendiri dalam merapal sihir.

Dengan kata lain, CAD hanya hiasan bagi mereka yang tidak bisa menggunakan sihir, dan hanya dibawa oleh mereka yang terlibat dengan sihir.

Kemudian, menurut ingatan pemuda itu, siswa yang diizinkan untuk membawa CAD dalam sekolah hanya anggota eksekutif Dewan Siswa atau anggota komite tertentu.

"Terima kasih, sudah saatnya saya pergi."

Tentu saja di bagian dada kiri dari orang yang berbicara dengan tatsuya terdapat emblem bunga berkelopak delapan.

Tonjolan pada bagian dadanya yang mendorong blazernya tidak mengalihkan kesadaran tatsuya.

Tatsuya tidak menyembunyikan dada kirinya.

Dia tidak akan melakukan hal pengecut seperti itu.

Tetapi, bukan berarti tidak ada perasaan tidak menyenangkan dalam dirinya.

Tatsuya tidak pernah membayangkan dirinya akan terlibat dengan kakak kelas yang merupakan anggota eksekutif dari dewan siswa.

“ Saya terkesan, itu tipe layar sentuh ? “

Akan tetapi, orang itu ternyata berpendapat berbeda. Sementara melihat layar film dari data mobile terminal yang pemuda itu lipat dalam tiga lipatan dengan tangannya, orang itu menyeringai, seakan tertarik pada sesuatu.

Pada saat ini, pemuda itu akhirnya melihat wajah orang itu.

Wajah orang itu 20cm lebih rendah dari tinggi pemuda yang telah berdiri dari bangku.

Tinggi pemuda itu 175cm, dengan demikian, bahkan untuk ukuran seorang wanita, dia termasuk pendek.

Tinggi wanita itu berada pada posisi yang tepat untuk memastikan bahwa tatsuya adalah seorang siswa jalur 2 dari sudut padangnya.

Tetapi tatapannya sama sekali tidak melecehkan, dan dipenuhi dengan perasaan yang murni karena penasaran.

“ Sekolah kita melarang penggunaan terminal tampilan virtual. Tetapi, sangat disayangkan masih banyak siswa yang menggunakan tipe tampilan virtual.

Namun, kamu menggunakan tipe layar sentuh bahkan sebelum masuk sekolah. “

“ Tipe virtual tidak enak dipakai untuk membaca. “

Siapapun bisa mengatakan kalau terminal tatsuya sudah ketinggalan jaman, tetapi dia tidak ingin bertanya lebih lanjut tentang terminalnya.

Jawaban pemuda itu terdengar seperti sebuah alasan dengan dasar pemikiran yang sangat hati hati, karena jika dia menjawab dengan terus terang, ini akan merugikan adik perempuannya lebih dari dirinya sendiri. Karena dia cukup yakin kalau adik perempuannya yang menjadi perwakilan siswa baru mungkin terpilih karena campur tangan dewan siswa.

Setelah mendengar jawabannya, kakak kelas itu semakin terkesan.

“Jadi dibandingkan menonton animasi, kamu lebih memilih untuk membaca ? jarang sekali ada yang melakukannya.

Saya juga lebih memilih informasi dari buku dibanding dari animasi, jadi saya senang ada orang yang berpikiran sepertiku. “

Memang, walaupun sekarang ini merupakan era di mana konten virtual lebih disukai daripada konten teks tertulis, pembaca buku tidak benar-benar langka.


Entah bagaimana, sepertinya kakak kelas ini memiliki kepribadian unik yang ramah. Dilihat dari nada bicaranya dan cara bicaranya, dia tampak semakin ramah.

“ Ahh, maafkan saya karena lupa memperkenalkan diri. Saya presiden dewan siswa dari SMA Satu, Saegusa Mayumi. Ditulis dengan kanji 'seven grass', dan dibaca Saegusa.

Senang berkenalan denganmu. “

Meskipun ia menambahkan kedipan mata pada akhirnya, tidak ada tanda-tanda yang mengherankan dalam nada suaranya. Penampilannya sebagai seorang gadis yang cantik dengan tubuh yang proporsional meskipun tubuhnya yang mungil, ia memancarkan suasana yang memikat dan tidak akan mengejutkan jika siswa baru itu akan salahpaham atas niatnya.

Tetapi, saat mendengar pengenalan diri gadis itu, tatsuya tampak mengerutkan kening tanpa sadar.

“ Number..... dan diatas semuanya, seorang 'Saegusa (Seven Grass)'."

Kemampuan seorang penyihir sangat dipengaruhi oleh keturunan.

Kualitas seorang penyihir juga sangat berhubungan erat dengan garis keturunannya.

Dan di negara ini, keluarga yang memiliki garis ketururunan yang lebih unggul dalam sihir akan memiliki nomor atau angka yang terkandung dalam nama keluarga mereka sesuai tradisi.

Diantara garis keturunan penyihirs yang disebut “ the numbered “ dan memiliki garis ketururunan yang lebih unggul itu, Saegusa adalah salah satu dari dua keluarga yang dianggap terkuat di negara ini saat ini. Wanita muda ini adalah presiden dewan siswa dari sekolah ini dan mungkin saja keturunan langsung Saegusa. Dengan kata lain, dia adalah elit diantara para elit. Bahkan mungkin saja bisa dikatakan kalau wanita muda itu adalah kebalikan dari dirinya.

Sambil bergumam pahit, dan entah bagaimana caranya untuk mencoba tersenyum sopan, pemuda itu memperkenalkan dirinya.

“ Saya,.... ah tidak...., nama saya Shiba Tatsuya. “

“ Shiba Tatsuya-kun... jadi, kamu adalah Shiba-kun yang itu yaa...."

Mata dari presiden dewan siswa menunjukkan kekagetannya, dan kemudian menganggukkan kepalanya dengan penuh arti.

Bagaimanapun juga, Tatsuya adalah kakak laki-laki dari perwakilan siswa baru, siswa baru terbaik yaitu Shiba Miyuki, sedangkan Tatsuya hanya siswa bodoh yang bahkan tidak bisa menggunakan sihir apapun; mungkin wanita itu mengacu pada hal itu.

Memikirkan hal itu, Tatsuya tetap sopan dan diam.

“ Bahkan di antara pada guru, kamu sudah jadi bahan pembicaraan. “

Mayumi berkata dengan senyum yang riang, tanpa peduli dengan Tatsuya yang terdiam.

Mungkin saja karena sangat jarang ada sepasang saudara kandung yang sangat berbeda satu sama lain, pikir Tatsuya.

Akan tetapi, tidak ada keragu-raguan atau perasaan negatif yang terasa dari wanita itu. Dia merasa tidak ada tanda-tanda mencemooh dalam senyumnya itu.

Tatsuya cuma merasakan rasa bersahabat yang positif dalam senyum Mayumi.

“ Dari nilai maksimum 100, nilai rata-ratamu dari 7 mata pelajaran dalam ujian penerimaan adalah 96.

Khususnya, yang terbaik pada teori sihir dan teknik sihir. Meskipun nilai rata-rata dari mereka yang lulus dalam mata pelajaran itu tidak lebih dari tujuh puluh, tapi kamu mendapat nilai sempurna tanpa kesulitan untuk kedua mata pelajaran yang memiliki pertanyaan berbasis esai.

Itu rekor yang luar biasa tinggi. “

Ini bukan imajinasinya mendengar pujian itu, pikir Tatsuya. Mungkin alasannya karena,

Baca Mahouka Koukou no Rettousei (Indonesia):Volume 1 Chapter 1 part 1
 

“ itu hanya hasil test tertulis. Tidak lebih dari data didalam sistem informasi. “

Penilaian kemampuan siswa dari sekolah sihir, lebih menitikberatkan pada hasil tes praktek, bukan dari hasil tes tertulis.

Sementara Tatsuya tersenyum pahit, ia seakan mangacu ke dada kirinya sendiri.

Tidak mungkin kalau presiden dari dewan siswa itu tidak mengerti.

Namun, Mayumi menggelengkan kepalanya dan tersenyum mendengar kata-kata Tatsuya itu.

“ itu adalah Hasil yang luar biasa, tahukah kamu bahkan saya sendiri tidak akan mampu untuk melakukannya.

Mungkin saya tidak kelihatan seperti itu, tetapi saya sendiri cukup percaya diri dalam mata pelajaran yang berbasis teori. Jika pada ujian penerimaan saya harus menjawab soal yang sama denganmu, saya pasti tidak akan bisa memperoleh nilai setinggi itu seperti kamu Shiba-kun. “

“ Sudah saatnya......... permisi. “

Tatsuya pergi meninggalkan Mayumi, yang kelihatannya masih ada yang ingin dia bicarakan, dan berbalik arah dan pergi tanpa menunggu balasan darinya.

Di dalam lubuk hatinya, dia khawatir dengan senyum di wajah Mayumi, dan apa yang akan terjadi jika dia berbicara lebih lama dengannya.

Walaupun Tatsuya tidak sadar apa yang sedang dia khawatirkan.

 


(Klik Untuk Kembali Ke Daftar List)

Back to Lists

 

Views: 131 | Added by: sigieo | Tags: Mahouka Koukou no rettouseii | Rating: 5.0/1

Donasi

If the web is useful to you, we accept donations if you please. Donations will be used for the improvement and advancement of this web.

Jika web ini berguna untuk anda, kami menerima donasinya jika anda berkenan. Donasi akan digunakan untuk perbaikan dan kemajuan web.

IDbase Fanspage

IDbase Shout Chat

Addition menu

Section categories

Welcome [1]
welcome news
About Me [1]
about me
Privacy Policy [1]
kebijakan tentang privacy policy
Disclaimer [1]
kebijakan disclaimer
TOS [1]
kebijakan tos idbase

Our poll

Rate my site
Total of answers: 7

Statistics


Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
DMCA.com Protection Status

Ad unit

There may be advertising your product (resource)

Read more...

Ad unit

There may be advertising your product (resource)

Read more...

Ad unit

There may be advertising your product (resource)

Read more...