• Anime
    Tempat download free anime-anime subtitle Indonesia dan english.
  • IDbase-Manga
    Tempat buat baca komik manga Translate english maupun indo.
  • Software
    Tempat download free software dan game.


Home » 2015 » November » 9 » Mahouka Koukou no Rettousei (Indonesia):Volume 1 Chapter 2 part 1
0:47 AM
Mahouka Koukou no Rettousei (Indonesia):Volume 1 Chapter 2 part 1

Chapter 2 part 1


Tatsuya terbangun di hari kedua dalam kehidupan SMA nya yang biasa-biasa saja.

Meskipun ia telah mulai masuk SMA, itu bukan berarti bahwa rutinitas sehari-hari akan terpengaruh.

Tatsuya hanya sedikit membasuh wajahnya - karena dia akan mencucinya dengan benar lagi nanti - dan mengenakan pakaian biasa.

Kemudian dia turun ke ruang makan dan melihat Miyuki mulai membuat sarapan.

"Pagi, Miyuki. kamu bangun cukup pagi hari ini."

Hari masih fajar, dan belum ada tanda-tanda matahari mulai naik.

Masih terlalu pagi untuk berangkat ke sekolah. Pelajaran pertama dimulai pukul 8:00am tepat dan perjalananan ke sekolah akan memakan waktu sekitar 30 menit, sehingga akan ideal untuk meninggalkan rumah pukul 7:30am. Menyiapkan sarapan, makan, beres-beres ... jika kita memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk semua ini, masih tersisa waktu satu jam.

"Selamat pagi, Onii-sama ... silahkan."

"Terima kasih."

Miyuki menyerahkan segelas jus segar.

Setelah kata terima kasih yang tulus, Tatsuya mengosongkan gelas dengan cepat, kemudian mengembalikannya ke tangan Miyuki yang terulur. -Miyuki sudah memiliki pemahaman yang sempurna dari pola Tatsuya itu.

Kemudian pada saat yang tepat ketika Tatsuya akan mengatakan "Aku berangkat" pada adiknya, yang sedang menghadap ke meja dapur, tangan Miyuki berhenti dan dia berbalik.

"Onii-sama, sebenarnya aku berencana untuk berangkat bersama denganmu hari ini ..."

Setelah mengatakan itu, Miyuki mengangkat keranjang yang penuh sandwich. Tampaknya lebih tepat untuk mengatakan bahwa ia telah "selesai membuat sarapan" daripada "mulai membuat sarapan".

"Aku tidak keberatan, tapi ... kamu akan pergi memakai seragammu ?"

Tatsuya bertanya sambil melirik seragam sekolah di bawah celemek, sangat kontras dengan kaos yang ia kenakan.

"Aku belum melaporkan ke sensei tentang pendaftaran sekolah ... dan juga, sepertinya aku tidak bisa lagi ikut latihan bersamamu, Onii-sama."

Dan itu jawaban Miyuki.

Alasan mengapa Miyuki sudah memakai seragam sekolah sejak awal pagi hari adalah untuk menunjukkan tampilannya dalam seragam sekolah kepada Tatsuya.

"Aku mengerti. Miyuki, kamu tidak perlu untuk ikut melakukan latihan pagi yang sama sepertiku, tetapi Master mungkin akan senang melihatmu.

Meskipun ... Aku berharap bahwa dia tidak mulai iseng karena terlalu senang. "

"Jika itu terjadi, Onii-sama pasti akan melindungiku."

Kedipan mata yang manis dari adiknya membawa senyum ke wajah Tatsuya itu.

 


 

Udara pagi yang cukup dingin dan menyegarkan , seorang wanita muda sedang meluncur di jalan menanjak dengan rollerblade nya, rambutnya yang panjang dan roknya berkibar tertiup angin.

Tanpa perlu menggerakan kakinya untuk bergerak ke atas, Miyuki mendaki jalan menanjak itu melawan gravitasi.

Kecepatannya mungkin mencapai 60 kilometer per jam.

Tatsuya menjaga jarak di sampingnya.

Meskipun Tasuya hanya joging, setiap langkahnya mencapai jarak 10 meter.

Tapi, dia tidak terlihat santai seperti yang Miyuki lakukan.

"Mungkin, aku harus memperlambat sedikit?"

"Tidak, kalau kamu melakukannya , ini tidak akan dianggap sebagai latihan."

Ketika ditanya Miyuki yang sedang berputar dan meluncur mundur dengan satu kaki, Tatsuya menjawab tanpa kehilangan napas meskipun dia terlihat kelelahan.

Keduanya tidak memiliki jenis perangkat pendorong dipasang di sepatu mereka.

Tak perlu dikatakan, kecepatan mereka ini ada pengaruhnya dengan Sihir.

Apa Miyuki yang lakukan adalah sihir yang menurunkan percepatan gravitasi dan sihir yang akan memungkinkan tubuhnya untuk mengikuti kemiringan jalan untuk bergerak ke arah tujuannya.

Apa Tatsuya lakukan adalah sihir yang meningkatkan baik kekuatan akselerasi dan deselerasi yang dihasilkan ketika ia menendang tanah, dan sihir yang akan menekan gerakan ke atas dalam rangka untuk mencegah dia dari melompat terlalu tinggi.

Keduanya menggunakan kombinasi sederhana dari mantra gerak dan percepatan. Karena betapa sederhananya sihir itu, bukan hanya Miyuki, bahkan Tatsuya yang hanya bisa mendaftarkan diri sebagai siswa jalur 2, mampu mempertahankan rapalan sihir itu.

Dalam situasi seperti itu, tidak bisa dikatakan sihir yang mana, yang digunakan oleh Miyuki yang mengenakan rollerblade, atau yang digunakan oleh Tatsuya yang berjalan dengan kakinya sendiri, memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

Sekilas, dengan roller untuk mengurangi beban gerak, yang Miyuki lakukan lebih kelihatan tanpa usaha, namun, tanpa menggunakan kakinya sendiri, itu berarti bahwa dia harus mengendalikan vektor geraknya dengan sihir.

Di sisi lain, untuk Tatsuya, dia bisa menentukan arah gerakan dengan menggerakkan kakinya.

Tatsuya yang harus terus menerus mengaktifkan mantra di setiap langkahnya, dan Miyuki yang tidak bisa melepaskan kendalinya pada mantranya, walaupun hanya sesaat.

Latihan yang mereka berdua lakukan adalah jenis sihir yang sama sekali berbeda.

 


 

Tujuan mereka berjarak sekitar 10 menit dari rumah mereka - dengan kecepatan mereka bergerak saat ini - tempat itu berada di atas sebuah bukit yang sedikit lebih tinggi.

Jika kita menggunakan satu kata untuk menggambarkan tempat itu, bisa dikatakan tempat itu adalah " Kuil ".

Namun, orang-orang yang berkumpul di sana tidak mencerminkan seorang "pendeta", "biksu", atau bahkan "biksu pemula" sedikit pun.

Jika kita cukup berani untuk memberikan sebutan yang cocok kepada mereka, "Praktisi pertapaan" atau " Pasukan Pendeta " mungkin lebih tepat.

Diselimuti oleh suasana yang kaku terhadap perempuan, khususnya terhadap orang-orang muda yang akan membuat mereka begitu takut sehingga mereka tidak akan mencoba untuk datang ke sana, Miyuki meluncur di atas rollerblade tanpa ragu-ragu sedikitpun. Sementara tindakannya kelihatan tidak sekaku atau seformal biasanya, kepalanya telah berulang kali mengatakan "Tidak apa-apa", jadi dia tidak lagi memikirkan formalitas.

Sedangkan apa yang Tatsuya lakukan pada saat itu, ia tidak meneruskan langkahnya, bukan berarti ia tidak bisa, tetapi, ia sebenarnya bertemu dengan sambutan yang keras saat ia melewati gerbang kuil.

Ketika seseorang mulai memasuki kuil ini, latih tanding akan dimulai dengan satu lawan satu, tapi sekarang ada sekitar 20 dari para murid peringkat menengah atau lebih rendah datang pada Tatsuya sekaligus – bukan round-robin – suatu hal yang tidak biasa.

"Miyuki-kun! Lama tak bertemu."

Sebuah suara riang tiba-tiba terdengar dari sudut mati Miyuki, yang sedang berdiri di halaman depan bangunan kuil, segera berbalik dan berpaling dari melihat dengan cemas pada kakak laki-lakinya yang dikeroyok banyak orang.

"Sensei ... tolong berhenti menghapus kehadiran anda dan menyelinap di belakang kami, kami telah mencari-cari anda dari tadi ..."

Meskipun sudah meningkatkan kewaspadaan, tetapi hal yang sama terus terjadi berulang-ulang, sampai ke titik bahwa itu sudah tidak begitu mengejutkan lagi dan dianggap kejutan yang tidak ada pengaruhnya lagi bagi Miyuki.

"Memintaku untuk tidak menyelinap, Miyuki-kun, seperti memberikan perintah yang sangat sulit dilakukan.

Aku 'shinobi'. Menyelinap adalah pekerjaan yang saya lakukan sehari-hari. "

Mengenakan jubah hitam biarawan, dengan kepala yang dicukur bersih, dia tampak tidak cocok sama sekali dengan tempat ini dan penampilannya sama sekali tidak memberikan kesan usianya.

Satu-satunya penjelasan yang benar-benar bisa digunakan adalah 'terasing', dan meskipun ia berpakaian sebagai seorang biarawan, itu mustahil untuk dipercaya.

"jaman sekarang, tidak ada pekerjaan seperti Ninja. Kuharap anda bisa mengkoreksi pernyataan anda sesegera mungkin."

Bahkan saat Miyuki sungguh-sungguh memprotes,

"Tut tut tut, jangan salah paham dengan menyebut kami ninja, kami sepenuhnya 'shinobi' . Ini adalah tradisi, bukan pekerjaan.."

Dia menjawab sambil mengibaskan jarinya ke depan dan ke belakang. -Itu kelihatannya tidak sopan.

"Kami menghormati legitimasi Anda. Jadi tolong hentikan semua permainan misteri ini. Mengapa sensei begitu ..."

Sembrono, itu yang Miyuki hampir saja katakan, tetapi menyerah. Itu akan sia-sia saja, dia telah menyadarinya sejak tadi.

Biarawan ‘wannabe’ ini - sebenarnya, ia tidak memiliki kualifikasi dari seorang biksu asli - Kokonoe Yakumo, menyebut dirinya sendiri "shinobi".

Atau seharusnya, "pengguna ninjutsu".

Walaupun dia bersikeras, ia adalah seorang yang sangat dikenal hanya kelebihannya dalam kemampuan fisiknya, dan mengajarkan cara-cara memakai sihir kuno.

Pada saat sihir menjadi target dari ilmu pengetahuan, namun masih dirahasiakan dari publik dunia, dan dianggap sebagai fiksi, terungkap bahwa menguasai kemampuan seperti ninjutsu entah bagaimana menjadi diklasifikasikan tidak hanya sebagai sekedar seni bela diri abad pertengahan, namun masuk kategori sihir.

meskipun bukan fiksi, itu mungkin lebih cocok dengan menganggapnya sebagai "seni" misterius.

Tentu, sama halnya dengan sistem sihir lainnya, legenda tidak selalu memberitahu seluruh kebenaran.

"Transformasi" dalam ninjutsu hanya pada gerakan kecepatan tinggi dan ilusi.

Bukan hanya ninjutsu, tapi semua bentuk sihir tradisional mengandalkan trik seperti itu, dan hal-hal seperti transformasi, pergeseran bentuk, dan alkimia dianggap mustahil di berbagai bidang sihir modern.

Kokonoe Yakumo yang Miyuki panggil sebagai sensei, dan Tatsuya panggil master, adalah salah satu orang yang menurunkan dan mengajarkan sihir tradisional shinobi.

Namun, menyisihkan pakaiannya pendetanya (yang kelihatannya tidak pantas dia pakai), penampilannya dan tempat tinggalnya tidak pantas, tidak peduli bagaimana kamu melihatnya ia tidak memiliki rasa kesopanan-

"Apa itu seragam dari SMA Satu ?"

"Ya, kami mengikuti upacara penerimaan siswa baru kemarin."

"Begitu rupanya. Mmm, itu bagus."

"... Hari ini, aku tahu kamu akan mulai masuk sekolah ..."

"Seragam hijau yang baru, rapi dan bersih, memiliki semacam pesona tersembunyi."

"..."

"Hampir seperti kuncup bunga yang akan membuka, tunas yang akan tumbuh.

Ah ya ... moe, ini benar-benar moe! Mrmph? "

Ketegangan yang semakin meningkat pada diri Miyuki membuat Yakumo mundur perlahan-lahan, lalu tiba-tiba Yakumo memutar tubuhnya sambil mengangkat tangan kirinya di atas kepalanya.

Thwak, suara lengan yang menahan pukulan potong dari lawannya.

"Master, anda menakuti Miyuki, bisa tolong tenang sedikit?"

"... Tidak buruk, Tatsuya-kun. Menyerang saya dari belakang, hah."

Sementara memblokir lengan kanan Tatsuya dengan tangan kirinya, Yakumo menyerang dari kanan.

Mengaitkan lengannya seperti angka 8, tinjunya hampir mencapai sisi lawannya.

Yakumo dengan mudah berguling ke depan, membidik tendangannya ke bagian belakang kepala Tatsuya, Tatsuya dengan cekatan berputar dan menghindar.

jarak antara keduanya semakin sedikit.

Nafas panjang terdengar dari penonton.

Sekarang, keduanya telah dikelilingi oleh lingkaran besar orang.

Yakumo dan Tatsuya bertukar pukulan lagi.

Bukan hanya Miyuki yang tangannya terkepal dalam kecemasan.

 


 

Sejak Tatsuya masih menjadi siswa SMP tahun pertama, atau tepatnya sejak Oktober, kekacauan semacam ini akan terjadi dan selesai sebelum latihan selesai dengan damai setiap pagi. Para murid akan kembali ke latihan mereka sendiri, dan satu-satunya yang tersisa di bangunan utama adalah kedua saudara kandung itu, Tatsuya dan Miyuki, bersama dengan Yakumo.

"Sensei, ini untuk anda. Apakah Onii-sama juga menginginkannya?"

"Ooh, Miyuki-kun, terima kasih."

"... Tolong tunggu sebentar."

Dengan satu tangan Yakumo, masih berkeringat, mengambil cangkir dan handuk dari Miyuki dengan senyum sementara Tatsuya, kehabisan nafas dan tergeletak di tanah, merentangkan tangan dalam pengakuannya kalah dari Yakumo kemudian susah payah mengangkat dirinya sendiri.

"Onii-sama, kau baik-baik saja ...?"

Ketika Tatsuya berusaha bangkit, Miyuki, dengan ekspresi cemas, berlutut di sampingnya tanpa memperdulikan pakaiannya dan mulai menyeka keringatnya dengan handuk di tangan.

"Ya, aku baik-baik saja."

Tak satu pun dari mereka melihat ekspresi hangat yang Yakumo tunjukkan ketika Tatsuya mengambil handuk dari Miyuki dan, setelah jeda, mengumpulkan tenaganya dan bangkit.

"Maafkan aku, aku membuat rokmu kotor."

Jaket Tatsuya tentu saja juga ternoda dengan kotoran, tetapi Miyuki tidak perlu menunjukkan hal itu.

"Kalau hanya seperti ini tidak apa apa."

Miyuki tersenyum dalam menanggapi dan bukannya membersihkan roknya, mengeluarkan mobile terminalnya yang tipis. Bagian depan perangkat hampir seluruhnya terdiri dari sebuah panel umpan balik, di mana ia mulai memasukan digit angka.

Miyuki memegang CAD berbentuk seperti ponsel pada umumnya. Bentuk yang paling populer adalah gelang, tetapi risiko menjatuhkan mobile ini cukup besar. Keuntungan dari CAD yang digunakan Mikyuki itu adalah bahwa CAD itu dapat digunakan dengan satu tangan, karena penyihir tidak suka kalau harus memakai kedua tangan, sehingga pada akhirnya CAD ini lebih disukai.

Sebuah pola kompleks cahaya tergambar pada tangan kiri yang memegang CAD, ketika sihir dimulai.

Alat dari penyihir modern, sebagai pengganti tongkat dan buku-buku tebal, mesin yang dihasilkan oleh sihiral engineering yaitu CAD.

Perangkat ini, yang menggabungkan bahan sintetis yang mengubah sinyal Psion menjadi sinyal elektrik, menggunakan Psion dari ritual sihir untuk menghasilkan koleksi dari sihir elektronik itulah aktivasi ritual.

Baca Mahouka Koukou no Rettousei (Indonesia):Volume 1 Chapter 2 Indonesia
 


Aktivasi ritual adalah cetak biru sihir. Di dalamnya terdapat informasi yang sama atau lebih besar dari data gabungan mantra panjang, simbol kompleks, dan Mudra perubahan cepat.

Penyihir menanamkan partikel Psion yang melekat dalam tubuh mereka ke output rangkaian aktivasi oleh CAD, dan mengisinya dari sistem bawah sadar pengolahan sihir yang terdapat dalam diri semua penyihir ke sihir operations area. Berikut rangkaian aktivasi berkembang, dan semua parameter yang diperlukan dimasukkan, untuk dapat mulai merakit ritual sihir.

Dengan cara ini, CAD memungkinkan pengolahan semua komponen yang diperlukan dalam sihir dalam waktu singkat.

kabut muncul entah dari mana dan mengelilingi Miyuki dari roknya ke legging hitamnya, dari atas turun ke bawah sampai sandalnya.

Partikel juga terbang keluar dari udara, dan masuk dari punggung Tatsuya dan mengelilinginya ke sekitar seluruh tubuhnya.

Setelah kabut tipis itu hilang, seragam dan jaket dari keduanya menjadi rapi seperti biasa.

"Onii-sama, kamu ingin sarapan? Jika sensei ingin, anda juga boleh ikut bergabung."

Miyuki, seolah-olah itu sudah wajar, bertanya dengan nada ringan sambil mengangkat keranjang.

Bahkan, Tatsuya tahu dengan yakin kalau jumlah sihir seperti itu memang "tidak ada apa-apanya" bagi adiknya.

 


 

Tatsuya dan Yakumo sedang duduk di beranda, mengisi perut mereka dengan sandwich.

Miyuki memegang sandwich di satu tangan, dan tangan lainnya melayani Tatsuya dengan menyerahkan teh dan piring.

Saat ia menyaksikan adegan ini dengan senyum, Yakumo merasakan niat tidak baik akan datang dari suatu tempat, setelah menyeka tangan dan mulut dengan handuk yang diberikan oleh seorang murid dicukur rambutnya, ia meletakkan tangannya dan membungkuk ke arah Miyuki, membisikkan sesuatu dengan suara yang kecil :

"Ada kemungkinan kalau saya tidak dapat mengalahkan Tatsuya-kun dalam seni bela diri murni lagi ..."

Itu adalah kekaguman yang jelas.

Jika ada siswa lain di sekitar sana, iri hati tidak akan terelakkan lagi. Memang, murid yang sedang menunggu Yakumo menunjukkan campuran rasa cemburu dan iri pada Tatsuya setelah mendengar kata-kata itu.

Miyuki sangat berseri-seri seolah-olah kata-kata itu ditujukan padanya.

Namun, hati Tatsuya itu tidak goyah oleh pujian sederhana seperti itu.

"Saya tidak bisa mengatakan kalau saya sangat bersyukur dengan kata-kata itu, mengingat anda baru saja menghancurkan saya sebelumnya ..."

Melihat Tatsuya yang menyanggah dan menggerutu itu, Yakumo tertawa.

"Itu wajar saja, Tatsuya-kun. Bagaimanapun juga aku gurumu, dan aku telah menghadapimu di arena dimana kemampuanku paling dominan.

Kamu masih 15 tahun. Jika aku kalah dari seseorang yang hanya setengah usiaku, semua muridku pasti akan kabur. "

"Saya rasa Onii-sama harus lebih jujur. Sangat jarang untuk dipuji oleh sensei, jadi saya pikir kamu harus mengambil kesempatan ini untuk tertawa bangga."

Miyuki masih meneruskan ceramahnya, tapi mulutnya tersenyum.

"... Saya pikir itu akan membuatku terlihat sedikit menyebalkan ..."

Yakumo dan Miyuki tertawa gembira, dan bahkan Tatsuya tidak begitu keras kepala untuk tidak menegur dirinya dan bergabung dalam tawa mereka.

Senyum pahit Tatsuya berubah menjadi masam, semua perasaan kelam itu memudar.

 



Secara umum komuter yang digunakan untuk menuju ke tempat kerja dan sekolah kini dilakukan dengan mini railcars di depot yang berangkat pada jadwal yang sistematis. Konsep 'kereta penuh' sudah menjadi kenangan dari masa lalu.

Bukan hanya kereta, tapi semua bentuk transportasi umum telah mengalami perubahan drastis dalam abad terakhir.

Kendaraan besar yang menampung puluhan penumpang dengan kursi yang ditentukan tidak lagi digunakan, kecuali dalam beberapa kasus perjalanan jarak jauh kecepatan tinggi.

Sebuah kendaraan kecil yang disebut Kabinet, yang terdiri dari mobil kecil dengan dua atau empat kursi yang terhubung ke sistem kontrol pusat, sekarang sangat umum digunakan.

Kekuatan dan energi berasal dari trek, sehingga ukurannya sekitar setengah dari mobil pendorong mandiri dengan kapasitas yang sama.

Orang-orang berbaris secara berurutan pada platform untuk naik Kabinet, terbagi-bagi sesuai tujuan dari tiket, kemudian bergerak turun di sepanjang trek.

Trek dibagi menjadi tiga kecepatan dan ada sistem kontrol lalu lintas yang mengelola arus lalu lintas, serta mengawasi transisi mobil dari trek lambat menuju ke trek kecepatan tinggi, pergeseran dari kecepatan tinggi kembali ke jalur lambar ketika mobil mendekati tujuan, dan docking mobil di platform tujuan.

Hal ini mirip dengan perpindahan jalur saat berada di jalan tol, dan operasi dengan kepadatan tinggi seperti ini hanya dimungkinkan berkat kemajuan dalam teknologi kontrol, karena itu perlu untuk aman mengkonsolidasikan menjalankan puluhan mobil yang mengangkut jumlah yang sama seperti kendaraan yang lebih besar yang dipakai di masa lalu.

Dalam kasus angkutan jarak menengah sampai jarak jauh antar kota, Kabinet tidak digunakan dan trailer berjalan di jalur kecepatan tinggi keempat sebagai gantinya. Trailer yang lebih besar memungkinkan penumpang untuk bepergian dalam kondisi yang lebih nyaman dengan lebih banyak fasilitas, tetapi ini jarang digunakan dalam Komuter biasa.

Romantis klise di masa lalu, seperti kesempatan bertemu orang lain di kereta, tidak bisa terjadi lagi pada perjalanan sehari-hari ke sekolah.

Sebagai gantinya karena tidak akan bertemu dengan teman-teman, ancaman dari 'chikan' secara menyeluruh diberantas.

Dalam Kabinet tidak ada kamera keamanan atau mike.

Seseorang tidak bisa meninggalkan tempat duduk saat mobil bergerak, dan ada pintu darurat yang memisahkan kursi. Selain itu, dari konsensus umum diketahui bahwa privasi lebih disukai.

Kereta saat ini memiliki privasi yang sama dengan mobil pribadi. Ada Cabinet dengan tingkat keamanan tertentu yang tempat duduknya hanya untuk satu penumpang, atau bisa juga naik sendirian di kendaraan yang memiliki 2 tempat duduk penumpang (mengambil empat kursi dengan dua orang atau kurang menimbulkan biaya tambahan), tapi tentu saja, Tatsuya dan Miyuki tidak melakukan perjalanan secara terpisah dan hari ini mereka berangkat ke sekolah bersama-sama juga.

"Onii-sama, ada sesuatu yang ingin kubicarakan ..."

Tatsuya, yang sedang melihat berita melalui layar terminal, mendengar keraguannya, dia segera mendongak ke arah adiknya.

Sangat jarang bagi adiknya untuk berbicara sedemikian sungkan. Sepertinya ada sesuatu yang buruk.

"Kemarin malam, aku menerima telepon dari orang-orang itu ..."

"Orang-orang itu ? Ahh ... itu rupanya, apakah Ayah melakukan sesuatu yang membuatmu marah lagi?"

"Tidak, ini ...

Orang-orang itu, dengan penuh semangat mengucapkan selamat karena putri mereka masuk SMA Satu. Dan ... Onii-sama, apakah mereka juga sudah mengucapkanya padamu ...? "

"Ahh, seperti yang kamu bayangkan ... sama seperti biasanya."

Mendengar kata-kata kakaknya dia menjatuhkan wajahnya sesaat wajahnya murung, dan di saat berikutnya suara giginya beradu bersama dalam kemarahan hingga bisa terdengar keluar dari bawah rambut panjangnya yang menyembunyikan ekspresinya.

"Aku tahu ... tidak peduli bagaimana kamu melihatnya, itu adalah harapan yang agak sia-sia, tetapi pada akhirnya, mereka bahkan tidak mau repot-repot mengirim email ke Onii-sama ... orang-orang seperti mereka ... "

"Tenang."

Miyuki berjuang menahan kemarahannya yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, Tatsuya yang duduk di sampingnya, mengambil tangannya dan menggengam tangannya dengan erat dan sedikit meremasnya.

Suhu di dalam mobil, yang tiba-tiba anjlok, mengaktifkan pemanas di luar musim, dan angin bertiup hangat di seluruh kabin yang menjadi sepi.

"... Aku sangat menyesal. Aku terlalu cepat emosi."

Setelah memastikan bahwa aliran sihir yang tidak terkendali itu telah berhenti, Tatsuya melepaskan Miyuki.

Dia kemudian menepuknya ringan sambil melihat ke mata Miyuki dan tersenyum lembut, menunjukkan tidak ada yang salah.

"Aku mengabaikan keinginan ayah untuk terus membantu pekerjaan perusahaan dan masuk SMA. Aku tidak mengharapkan ucapan selamat sama sekali. Itu sifat ayah yang setidaknya harus kamu mengerti kan?"

"Memang menyebalkan rasanya kalau orang tua kita sendiri bertindak sangat kekanak-kanakan. Jika ia ingin memisahkan aku dari Onii-sama, ia seharusnya memberitahuku dan bibi dulu, tapi ia bahkan tidak memiliki keberanian untuk itu.

Selain itu, kapan mereka akan berhenti berpikir bahwa mereka dapat menggunakan Onii-sama kapanpun mereka mau ?

Bukankah sudah sewajarnya anak berumur 15 tahun akan memasuki SMA? "

Keinginan bibinya terucap dengan gamblang dan menyebabkan dia mengingat ketidaknyamanan yang luar biasa tapi - hanya karena seseorang memerintahkan, Tatsuya tidak akan pernah punya niat untuk meninggalkan Miyuki sendirian - tanpa membawa permasalahan itu, wajah Tatsuya yang tidak sengaja terlihat seperti memakai Topeng hampa dan dia tertawa sinis.

"Tidak ada pendidikan wajib, sehingga tidak persis seperti yang diharapkan.

Ayah dan Sayuri-san juga sudah tahu berapa usiaku sekarang, jadi aku yakin mereka hanya mencoba untuk menemukan cara untuk membuat aku berguna.

Jika mereka pikir mereka dapat membuatku merasa berhutang pada mereka dengan cara seperti itu, maka aku juga akan menunjukkan tujuanku yang sebenarnya. "

"... Jika kamu bilang begitu, Onii-sama ..."

Ada keengganan yang cukup besar, namun Miyuki mengangguk, dan Tatsuya menghela napas lega.

Miyuki tidak tahu seluruh kebenaran tentang keterlibatan Tatsuya dengan pembuat peralatan untuk Teknisi Sihir , ‘Four Leaves Technology', di mana ayah mereka berfungsi sebagai kepala bagian perkembangan.

Dia telah berbuat banyak hal di waktu luangnya, sehingga memberikan informasi yang kurang akurat tentang dirinya untuk membuat Miyuki percaya kalau dia sedang melakukan pekerjaan yang masuk akal adalah hal sederhana.

Jika dia tahu bahwa sebenarnya ia sedang menggunakan sebuah peralatan pemulihan untuk sampel penelitian, itu sangat mungkin bahwa dia bisa melumpuhkan seluruh sistem transportasi.

Terlepas dari ketakutannya, kereta bergerak terus dan mulai transisi ke jalur lambat.

 


 

Di kelas E tahun pertama, terasa cukup kacau dan ramai. Dan kemungkinan, adegan serupa juga sedang terjadi di seluruh ruang kelas lainnya.

Banyak siswa baru bertemu satu sama lain kemarin, dan sudah terbentuk kelompok-kelompok kecil di sana-sini mengobrol.

Karena tidak ada kenalan baru yang perlu disapa, Tatsuya sedang berusaha mencari terminal sendiri dengan mengamati angka yang dicap di setiap meja, ketika tiba-tiba namanya dipanggil tanpa diduga, dia mendongak.

"Pagi ~!"

Suara Erika yang riang seperti biasa.

"Selamat pagi."

Di sampingnya, senyum Mizuki relatif sederhana.

Seolah-olah mereka sudah kenal baik satu sama lain, Erika duduk di sebelah Mizuki melambaikan tangannya.

Sepertinya mereka sedang mengobrol sampai mereka menemukannya.

Tatsuya mengangkat tangan seakan sudah mengerti, lalu berjalan ke pasangan itu.

Daripada kebetulan, sepertinya mereka telah diurutkan sesuai abjad, maka sebagai Shiba dan Shibata, Tatsuya di sebelah Mizuki.

"Tampaknya kita akan bersebelahan, senang bisa duduk dekat dengan teman yang sudah dikenal."

"Ya, aku mungkin akan merepotkanmu."

Mizuki menjawab kata-kata Tatsuya dengan senyum. Selain mereka (atau lebih tepatnya, di atas mereka), Erika menunjukkan ekspresi yang agak tidak puas, mungkin dia sengaja.

"Untuk beberapa alasan, aku merasa dilupakan?"

Suaranya menggema dalam nada yang agak imut.

Namun, tingkat keimutan itu tidak cukup untuk menggugah Tatsuya.

"Meninggalkan Chiba-san sendirian akan menjadi suatu hal yang sangat sulit."

Nada dan ekspresinya datar, ia memandang Erika dengan mata yang datar. Setidaknya dia tidak tampak seperti sedang berpura-pura.

"... apa sih maksudnya itu?"

"Sederhananya begini, bahwa sosialisasimu tidak mengenal batas."

Meskipun tatapan Erika yang tak tergoyahkan, wajah poker Tatsuya itu tidak berkedip satu inci pun. Sebaliknya, Erikalah yang kalah duluan.

"... Jadi Shiba-kun, sebenarnya karakter yang jahat?"

Ketika Mizuki tertawa lepas, Tatsuya memasukkan kartu identitasnya ke terminal dan mulai pemeriksaan informasi.

Dari peraturan mata pelajaran, peraturan disiplin dan aturan tentang penggunaan fasilitas untuk izin masuk peristiwa terkait, panduan aktivitas otomatis dan kurikulum untuk semester, tak terhitung kilatan informasi bergulir melalui kepalanya saat ia mengoperasikan terminal hanya dengan keyboard, dan ketika ia melihat ke atas, wajah seorang siswa laki-laki melihat kepadanya dari kursi di depannya dengan mata terbelalak.

"... Bukan berarti saya punya masalah kalau kamu melihatku seperti itu, tapi ..."

"Eh ? Ahh, maafkan saya.

Ini sesuatu yang sangat langka, jadi akhirnya aku menatapmu. "

"Langka?"

"Aku cukup yakin sekarang ini sudah sekarang, kan? Ini adalah pertama kalinya aku telah melihat seseorang hanya menggunakan input keyboard."

"Jika kamu berpengalaman, metode ini lebih cepat. Meskipun antara ini, pointer visual, dan bantuan neural, cara ini juga yang paling akurat."

"Ya. Kecepatan yang menakjubkan. Itu seharusnya cukup untuk membuatmu nyaman untuk beberapa saat kan?"

"Tidak .. mungkin pekerjaan paruh waktu yang terbaik."

"benarkah begitu ...?

Whoa, aku belum memperkenalkan diri.

Aku Saijou Leonhart. Ayahku setengah jepang dan ibuku seperempat jepang, jadi walaupun saya terlihat seperti orang Jepang, nama saya Barat, dan spesialisasi saya adalah sihir Penguatan Konvergen sistematis. Tujuan yang saya inginkan adalah untuk mengasah tubuh saya dan menjadi polisi antihuru-hara atau tentara gunung.

Kamu bisa memanggilku Leo. "

Untuk pemuda jaman sekarang, memiliki cita-cita yang sudah mereka putuskan sebelumnya untuk dicapai ketika masuk SMA cukup jarang terjadi, tapi SMA sihir adalah pengecualian. Penjurusan yang penyihir (pada tahap ini masih telur, atau ayam) lakukan terkait erat dengan bakat mereka, atau lebih kepada kemampuan alami. Itu sebabnya Tatsuya tidak merasa aneh dengan harapan Leo untuk masa depannya dalam pengenalan dirinya.

"Aku Shiba Tatsuya. Tapi Tatsuya saja juga boleh."

"Ok, Tatsuya.

Jadi, kamu spesialisasi dalam sihir apa ? "

"Keterampilan praktek saya sangat kurang, jadi aku berencana untuk menjadi Teknisi Sihir."

"Jadi begitu ... Tidak heran kamu kelihatan begitu cerdas."

Teknisi Sihir, atau Pembuat formula Rangkaian Sihir, adalah singkatan untuk spesialis rekayasa sihir dan mengacu pada orang-orang yang mengkoordinasikan, mengembangkan dan memproduksi mesin yang memperkuat, menguatkan dan membantu dengan sihir.

Dalam hal status sosial mereka di bawah penyihir pada umumnya, tetapi permintaan akan kemampuan mereka dalam industri ini jauh lebih besar daripada penyihir. Pendapatan dari pencipta sihir kelas atas dapat dengan mudah melampaui penyihir kelas atas.

Karena itu, bukan hal yang aneh bagi mereka yang kurang memiliki kemampuan dalam sihir murni bertujuan untuk menjadi pencipta sihir ......

"Eh, apa ini? Shiba-kun, kamu ingin menjadi Pembuat formula Rangkaian Sihir?"

 

Baca Mahouka Koukou no Rettousei (Indonesia):Volume 1 Chapter 2 Indonesia
 


"Tatsuya, siapa sih orang asing ( random guy ) yang tiba-tiba muncul ini ?"

Saat melihat Erika berlari dengan semangat sekali untuk menyelinap di sekitar dan mencampuri urusan orang lain, Leo menunjuk dan bertanya dengan rasa tidak suka.

"Wha, tiba-tiba menyebut seseorang sebagai orang asing ? Belum lagi menunjuk orang ? Kasar sekali, sungguh tidak sopan! Sangat tidak pantas untuk dilakukan! Pasti ini alasan mengapa kamu tidak populer!"

"Apa katamu? Yang kasar di sini adalah kamu! Hanya karena kamu sedikit menarik, tidak berarti semua orang akan terjebak karena penampilanmu!"

"Kau tau ? penampilan itu sangat penting. Meskipun saya kira seseorang yang ceroboh dan liar sepertimu tidak akan mengerti.

Dan bahasa gaul apa itu, hal semacam itu berasal dari abad yang salah. Mengapa kamu ketinggalan jaman sekali ~? "

"Wha, wha, wha ..."

Wajah Erika tampak mengejek, sementara Leo terdiam dan menggerutu.

"... Erika-chan, tolong hentikan. Kamu sedikit berlebihan."

"Leo, hentikan saja. Kalian berdua salah dan berdebat lebih jauh tidak akan ada gunanya."

Mizuki dan Tatsuya menengahi mereka, dalam upaya untuk menghilangkan udara permusuhan.

"... Jika Mizuki berkata demikian."

"... Aku mengerti."

Keduanya mengalihkan pandangan mereka saat mereka berbalik.

Tatsuya berpikir bahwa kesamaan mereka berdua ada pada kekuatan pikiran dan sikap pantang menyerah, mereka sebenarnya cocok satu sama lain.

 


(Klik Untuk Kembali Ke Daftar List)

Back to Lists

 

Views: 73 | Added by: sigieo | Tags: Mahouka Koukou no rettouseii | Rating: 5.0/1

Donasi

If the web is useful to you, we accept donations if you please. Donations will be used for the improvement and advancement of this web.

Jika web ini berguna untuk anda, kami menerima donasinya jika anda berkenan. Donasi akan digunakan untuk perbaikan dan kemajuan web.

IDbase Fanspage

IDbase Shout Chat

Addition menu

Section categories

Welcome [1]
welcome news
About Me [1]
about me
Privacy Policy [1]
kebijakan tentang privacy policy
Disclaimer [1]
kebijakan disclaimer
TOS [1]
kebijakan tos idbase

Our poll

Rate my site
Total of answers: 7

Statistics


Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
DMCA.com Protection Status

Ad unit

There may be advertising your product (resource)

Read more...

Ad unit

There may be advertising your product (resource)

Read more...

Ad unit

There may be advertising your product (resource)

Read more...