• Anime
    Tempat download free anime-anime subtitle Indonesia dan english.
  • IDbase-Manga
    Tempat buat baca komik manga Translate english maupun indo.
  • Software
    Tempat download free software dan game.


Home » 2015 » November » 9 » Mahouka Koukou no Rettousei (Indonesia):Volume 1 Chapter 3 part 1
1:15 AM
Mahouka Koukou no Rettousei (Indonesia):Volume 1 Chapter 3 part 1

Chapter 3 part 1


Seruan "SMA Satu" terdengar dengan jelas disebutkan, stasiun ini adalah pemberhentian wajib bagi semua siswa yang sekolah di SMA Satu.

Praktisnya hanya ada satu jalur antara stasiun kereta dan sekolah.

Karena perubahan pada trem dan penurunan jumlahnya, peristiwa yang dikenal sebagai "naik trem bersama" mungkin lebih akurat berubah menjadi "berjalan ke sekolah dengan teman-teman". Untuk sekolah ini, kejadian ini masih sangat umum. Memang, kejadian ini bisa dilihat berkali-kali kemarin, sehari setelah dimulainya, hari ini, dan terus berlangsung sejak awal.

"Meskipun mungkin tidak begitu mendadak," pikir Tatsuya.

"Tatsuya-kun ... Apakah kamu kenal dengan Presiden?"

"Kami bertemu untuk pertama kalinya sebelum upacara penerimaan siswa baru ... Jadi, ya."

untuk menjawab pertanyaan Mizuki, Tatsuya juga sama bingungnya seperti dia.

"Itu pasti tidak terlihat seperti pertemuan pertama."

"Seolah-olah dia sengaja mencarikanmu jalan keluar."

Tatsuya memiliki keyakinan yang cukup dalam ingatannya untuk mengatakan bahwa hari pendaftaran adalah pertama kalinya ia bertemu Saegusa Mayumi. Namun, seperti yang Leo dan Erika katakan, pendekatan itu tidak tampak seperti seorang yang baru berkenalan untuk pertama kalinya.

"... Mungkin karena Miyuki?"

"... Tapi dia menyebut nama Onii-sama secara khusus?"

Tatsuya dikelilingi oleh Mizuki, Erika, dan Leo, orang yang bisa disebut "wajah-wajah" yang tanpa kesulitan. Sama seperti kemarin dan kemungkinan besar di masa depan, kelompok ini akan berkumpul di sekitar Tatsuya dan Miyuki dekat stasiun, bertukar salam, dan pergi ke sekolah bersama-sama.

Itu bukan firasat buruk sama sekali.

Bahkan, itu adalah cara yang cukup bagus untuk memulai hari.

Namun, ketika mereka berlima berjalan dengan santai di jalan yang jaraknya cukup pendek untuk sampai ke sekolah, mereka mendengar panggilan "Tatsuya-kun ~ ~" dari belakang mereka dimana setiap orang yang melihat pada umumnya akan merasa ini memalukan. Hal ini disertai dengan seorang individu mungil yang mendekat dengan cepat dan, menurut keyakinan Tatsuya, itu adalah akhir dari kedamaian dan ketenangan.

"Tatsuya-kun, selamat pagi ~. Dan Miyuki juga, selamat pagi."

Dibandingkan dengan salam Miyuki, salam diarahkan langsung pada dirinya terasa lebih santai, pikir Tatsuya. Namun, dia adalah siswa tahun ke-3 yang merupakan Presiden Dewan Siswa.

"Selamat pagi, Presiden."

Perlu untuk memberi salam yang tepat, hanya untuk jaga-jaga.

Segera mengikuti Tatsuya, Miyuki juga membungkuk hormat. Tiga lainnya juga memberi salam dengan sopan, meskipun sedikit terpesona dengan salam tersebut . Itu wajar untuk memiliki reaksi seperti itu.

"Apakah anda sendirian, Presiden?"

Meskipun sekilas cukup jelas, pertanyaan itu masih ditanyakan, sebagai undangan halus untuk berjalan bersama-sama ke sekolah.

"Hm. Sebenarnya tidak ada siapapun yang berjalan bersamaku ke sekolah di pagi hari."

Sebuah konfirmasi atas permintaan yang jelas dan undangan halus itu.

Meskipun, kalau diperhatikan ... kepribadian presiden terlihat cukup individual.

"Saya ingin berbicara dengan Miyuki tentang beberapa hal ... Bolehkah aku berjalan bersama kalian ke sekolah?"

Komentar yang diarahkan pada Miyuki terucap dengan nada yang akrab, tapi berbicara ke tingkat yang berbeda dibandingkan dengan percakapan mereka sebelumnya.

Tampaknya Tatsuya tidak salah membaca situasi.

"Hm, kalau itu baik-baik saja menurutmu..."

"Oh, bukan berarti topik ini rahasia. Atau kamu lebih suka berbicara di lain waktu?"

Ketika dia mengatakan hal ini, Presiden tersenyum pada tiga orang yang perlahan-lahan mundur, dan berdiri kaku.

"Presiden .. Aku merasa seolah-olah sikap Anda terhadap salah satu dari kami sedikit berbeda, atau ini hanya salah tafsir saya?"

Tentu saja tidak, mereka bertiga menjawab secara lisan atau dengan isyarat tangan. Mayumi tersenyum dan menganggukkan kepalanya pada saat yang sama ketika Tatsuya menunjukkan ekspresi kecewa.

"Eh? Apakah itu masalahnya?"

Sekarang, mengubah pilihan kata dan berpura-pura tidak menyadari itu sudah terlambat. Nada dan ekspresi sudah mengkhianatinya.

"Apakah subjek yang ingin anda bicarakan berhubungan dengan Dewan Siswa ?"

Pada titik ini, Tatsuya tidak berencana mundur, tapi ia merasakan tekanan juga.

Miyuki panik dan mengubah subjek kembali ke dirinya sendiri.

"Hm, aku berencana mencari kesempatan untuk berbicara denganmu secara rinci. Apakah kamu memiliki rencana apapun selama istirahat makan siang?"

"Saya berencana untuk makan di kantin."

"Dengan Tatsuya-kun?"

"Tidak, Onii-sama dan saya berada di kelas yang berbeda ..."

Sepertinya dia ingat apa yang terjadi kemarin.

Saat melihat Miyuki sedikit menurunkan kepalanya dan menurunkan suaranya, Mayumi mengangguk seolah sudah mengerti.

"Ada cukup banyak siswa yang peduli tentang kejadian kecil ini."

Tatsuya sedikit melirik ke sisinya.

Tidak mengherankan, Mizuki mengangguk sebagai penegasan. Sepertinya insiden kemarin tidak akan selesai begitu saja.

Namun, jika Presiden berbicara seperti ini, apakah ini tidak akan menjadi masalah ? Pikir Tatsuya.

"Kalau demikian, mengapa tidak bergabung saja dengan saya di ruang Dewan Siswa untuk makan siang ? Jika kamu tidak keberatan dengan ‘bento’, ruangan kami memiliki dispenser makanan otomatis."

"... Ruangan Dewan Siswa dilengkapi dengan Modul Penyedia Makanan ?"

Miyuki yang biasanya cukup tenang tidak bisa menyembunyikan kekaguman saat ia menjawab.

Yang juga disertai oleh rasa kebingungan.

Sesuatu yang biasanya terlihat di terminal penerbangan atau kereta jarak jauh bisa berada di Ruang Dewan Siswa ?

"Sebelum memasuki Ruang Dewan Siswa, aku tidak ingin berbicara terlalu banyak tentang hal itu. Tapi itu untuk siswa yang bekerja sampai larut."

Mayumi tersenyum malu ketika mencoba membujuk Miyuki.

"Jika itu adalah Ruang Dewan Siswa, itu tidak masalah jika Tatsuya-kun ikut makan bersama juga."

Pada saat itu, wajah tersenyum Mayumi menjadi menggoda dan, terus terang saja, nakal. Mudah-mudahan, itu adalah kesalahan pahaman dari Tatsuya saja.

Bahkan jika itu adalah salah tafsir, dari caranya untuk menggambarkannya masih membuatnya sakit kepala.

"... Kalau begitu, masih ada satu masalah. Tampaknya ada beberapa konflik antara saya dan Wakil Presiden. Aku minta maaf."

Tatsuya tidak berencana untuk ikut campur antara Miyuki dan Dewan siswa, dan sehingga ia meninggalkan interupsi pada saat itu.

Pada hari pendaftaran, siswa laki-laki di belakang Mayumi yang terus memelototi Tatsuya mungkin adalah Wakil Presiden.

Saat berhadapan dengannya, tampaknya itu bukan salah tafsir.

Jika Tatsuya sembarangan pergi ke Ruang Dewan Siswa untuk makan siang, niscaya hal ini akan menimbulkan konflik antara mereka berdua.

Namun, tampaknya Mayumi tidak memahami makna di balik kata-kata Tatsuya itu.

"Wakil Presiden ...?"

Mayumi sedikit memiringkan kepalanya tapi dengan cepat menepuk kedua tangannya, dalam suatu tindakan langsung seperti dalam drama film.

"Jika itu Hanzou-kun, kamu tidak perlu khawatir tentang hal itu, tidak akan ada masalah."

"Bahkan jika itu masalahnya, tapi…?"

Pada saat itu, Tatsuya memutuskan untuk menghindari insiden yang mengakibatkan adiknya menerima julukan itu, tanpa peduli apapun akibatnya.

"Hanzou-kun akan berada di ruang klub untuk istirahat makan siang."

Itu sama sekali tidak berhubungan dengan apa yang Tatsuya pikirkan - itu wajar saja – tetapi senyum Mayumi itu tidak berkurang sedikit pun saat ia terus berbicara.

"Dalam hal ini, setiap orang boleh datang juga. Membiarkan semua orang tahu tentang kegiatan Dewan Siswa adalah salah satu tugas kami juga."

Meskipun begitu, ada orang-orang yang secara langsung menolak undangan sosial Mayumi itu.

"Meskipun itu adalah kesempatan langka, saya pikir kami akan melewatkannya."

Bahkan menggunakan kata "melewatkan" dengan cara ini, masih bisa dianggap "penolakan".

Respon yang tak terduga dari Erika dan kawan kawan menyebabkan situasi menjadi sedikit canggung.

Meskipun demikian, mencoba untuk mendapatkan perasaan mereka yang mendasari hal itu, atau bahkan untuk kelancaran hal-hal itu, terus terang sudah tidak mungkin.

"Jadi begitu."

Tapi ada satu orang yang tidak berubah, dan itu wajah Mayumi yang tersenyum.

Apakah ia hanya terus terang atau mampu memahami sesuatu yang orang lain tidak bisa ikuti ?

Tatsuya merasa bahwa dia hanya tidak memerlukan alas an tertentu.

"kalau begitu, hanya kalian berdua saja nanti."

Apa yang harus kita lakukan, mata Miyuki diam-diam bertanya pada Tatsuya.

Menolak masih pilihan yang berlaku sampai saat itu, tapi setelah tanggapan dari kelompok Erika, tidak ada cara untuk menolak dengan halus.

"... Aku mengerti. Kalau begitu Miyuki dan saya akan menerima undangan anda."

"Bagus sekali. Rinciannya bisa menunggu sampai nanti. Aku akan menunggu kalian berdua."

Karena beberapa alasan, Mayumi sangat senang dengan jawaban ini. Berpaling dengan cepat, dia meninggalkan mereka dengan langkahnya yang riang.

Meskipun mereka semua menuju ke sekolah yang sama, jejak dari mereka berlima yang melihat Mayumi pergi memang menjadi cukup berat.

Tatsuya menghela napas.

 


 

Istirahat makan siang akhirnya tiba.

Langkah-langkah kaki mereka tetap berat.

Hanya mendaki dua tangga menjadi tugas yang melelahkan, dan itu bukan karena kurang olahraga.

Sesungguhnya langkah berat itu datang dari perasaan yang suram, langkah-langkah berat hanya metafora, meskipun keengganan terhadap hal itu akan tetap sama.

Dibandingkan dengan Tatsuya, Miyuki malah sebaliknya. Langkahnya ringan dan energik.

Tatsuya tidak cukup sensitif sampai benar-benar tidak mengerti penyebab perasaan senang Miyuki, jadi dia diam saja.

Tujuan mereka berada di ujung lorong di lantai empat.

Dari luar, semua ruangan itu sama. Semuanya memiliki pintu kayu yang sama.

Yang berbeda adalah ukiran kayu tertanam di pintu, speaker di dinding, dan perangkat keamanan yang disamarkan dengan sangat baik.

Tanda di pintu dengan jelas menampilkan tulisan "Ruangan Dewan Siswa".

Undangan itu untuk Miyuki, Tatsuya hanya sebagai pelengkap. Dengan demikian, tugas mengetuk pintu jatuh kepada Miyuki. (Tentu saja, ini adalah metafora lain, karena komunikasi melalui speaker bukan mengetuk.)

Setelah Miyuki sungguh-sungguh meminta ijin masuk melalui speaker, dari sisi sebaliknya terdengar sambutan ceria.

Dengan sedikit ribut, sangat sedikit yang bahkan menempelkan telinga pada pintu juga tidak akan terdengar, kunci dibuka.

Tatsuya meletakkan tangannya di kenop pintu dan membuka pintu, bersikap seakan melindungi Miyuki dalam perjalanan ke dalam.

Pada kenyataannya, tidak diperlukan respon tersebut. Tatsuya sangat menyadari hal ini.

Perilaku ini adalah sesuatu yang tertanam ke dalam kegiatan sehari-hari kedua saudara kandung itu'.

-Dan tentu saja, tidak ada yang terjadi.

"Selamat datang, jangan pedulikan kami, silahkan masuk"

Langsung di depan, terdengarlah suara dari ujung meja.

Tatsuya benar-benar ingin bertanya apa yang menyebabkan Mayumi begitu bahagia untuk menyambut mereka dengan senyum seperti itu sambil memberi isyarat mereka masuk.

Miyuki memimpin jalan ke ruangan, diikuti oleh Tatsuya yang terburu-buru. Dia berhenti satu langkah dari pintu, dengan Miyuki dua langkah dari pintu.

Dengan kedua tangan di depannya, Miyuki membungkuk memberi salam, mirip dengan contoh dalam buku teks formalitas.

Bila dibandingkan dengan gerakan terpelajar tersebut, Tatsuya tidak memiliki kesempatan untuk meniru itu.

Pidato Miyuki dan pola pergerakan yang sama sekali berbeda dari Tatsuya itu. Ini kemungkinan besar karena pengaruh almarhum ibu mereka.

"Eh ... Tidak perlu terlalu formal."

Setelah melihat Miyuki mengeksekusi salam yang sempurna yang biasanya tidak akan keluar selain di tempat gala formal, Mayumi tampak mengerut sedikit.

Meskipun ada dua anggota lain yang hadir, mereka tampaknya kewalahan oleh atmosfer itu juga.

Ada satu orang lain yang hadir yang bukan anggota dari Dewan Siswa. Perwakilan dari Komite Disiplin tetap bersikap tenang, tapi siapa pun bisa mengatakan bahwa itu adalah gaya yang berani, belum lagi seorang pengamat veteran seperti Tatsuya. Sesungguhnya, adikku cukup termotivasi hari ini, pikir Tatsuya.

Satu-satunya hal yang membingungkan Tatsuya mengapa Miyuki memilih taktik intimidasi seperti ini.

"Silakan duduk. Kita bisa bicara saat kita makan."

Mungkin itu karena pembukaan salam Miyuki membuatnya bingung, tapi suara Mayumi telah berubah. jika menjelaskannya secara positif, suara itu masih harmonis. Jika menjelaskannya secara negatif, keramahan intim tadi sudah hilang.

Dia mungkin mengacu pada meja panjang di ruang rapat.

Pada saat ini, isyarat untuk merapikan interior meja, menata ulang meja sehingga pantas digunakan saat makan.

Apapun itu, kedua bersaudara itu mendekati meja mahal dan memilih kursi mereka. Miyuki menarik sebuah kursi dan duduk, sementara Tatsuya memilih tempat duduk tepat di sebelahnya.

Untuk seseorang yang selalu tegas bersikeras bahwa kakaknya harus mengambil kursi yang lebih ‘ tinggi ‘ dari dirinya sendiri, satu-satunya alasan Miyuki mengendalikan emosinya adalah karena dia paham harus fokus pada pertemuan hari ini.

"Daging, ikan, atau vegetarian. Mana yang kamu pilih?"

Yang menakjubkan bukan hanya modul server makan malam, tetapi pilihan yang kompleks juga tersedia.

Tatsuya memilih vegetarian, sedangkan Miyuki masih bingung dengan pilihannya. Setelah menerima pesanan mereka, siswa tahun ke-2 - mungkin Sekretaris Nakajou Azusa - mengaktifkan mesin kabinet besar yang terselip dekat dinding.

Sekarang satu-satunya hal yang tersisa sudah menunggu.

Mayumi duduk di kursi utama. Di sebelahnya dan di seberang Miyuki duduk siswa perempuan tahun ke-3 lainnya. Satu kursi lain yang di seberang Tatsuya adalah anggota Komite Disiplin. Azusa duduk di sisi lain dari anggota komite. Setelah mendapatkan kembali wibawanya, Mayumi memulai pembicaraan.

"Perkenalan sudah dilakukan saat upacara penerimaan siswa baru, tetapi , mari kita membahas ini lagi. Di sebelah saya adalah Akuntan kami, Ichihara Suzune, juga dikenal sebagai Rin-chan."

"... Satu-satunya yang memanggil saya seperti itu adalah Presiden."

Setiap bagian dari wajah seriusnya memberi kesan keras, meskipun dengan tubuh tinggi dan anggota badan ramping, Suzune sudah menampilkan secara penuh deskripsi "keindahan".

Harus diakui bahwa "Rin-chan" lebih sesuai dengan profilnya daripada "Suzune".

"Kalian berdua seharusnya mengenal orang di sebelah Rin-chan, kan? Dia adalah Ketua Komite Disiplin Watanabe Mari."

Mari tidak mengatakan apa-apa, tapi dia tidak menerima pengecualian dari siapa pun terasa cukup alami.

"Dan di sebelahnya lagi Sekretaris kami, Nakajou Azusa, yang juga dikenal sebagai A-chan."

"Presiden ... Tolong jangan panggil aku 'A-chan' di depan adik kelas. Aku punya posisi yang harus saya pikirkan juga."

Baca Mahouka Koukou no Rettousei (Indonesia):Volume 1 Chapter 3 part 1
 

Karena dia bahkan lebih mungil daripada Mayumi dan memiliki wajah yang lebih kekanak-kanakan, setiap kali Azusa mengarahkan wajah yang berlinang air mata, dia sengaja menebarkan kesan seorang anak yang akan menangis.

Dan itu mungkin yang menjadi alasan dia disebut "A-Chan", pikir Tatsuya. Itu mungkin kenyataan yang terlalu kejam bagi orang tersebut.

"Yang terakhir akan Wakil Presiden Hanzou. Dan itu sudah mencakup semua anggota Komite Dewan Siswa."

"Yang mana saya bukan bagian dari mereka."

"Oh ya, Mari bukanlah anggota dari Dewan Siswa. Ah, persiapannya sudah selesai."

Penutup dari penyedia makan malam dibuka, menyajikan makanan dengan rapi dan tepat tanpa sedikitpun noda pada serangkaian nampan.

Hanya ada lima makanan yang siap disajikan.

Sepertinya kita kekurangan satu ... Meskipun Tatsuya memikirkan hal ini, dia tidak menyebutkan keras-keras karena ia sedang memikirkan solusi. Sementara Tatsuya sedang memikirkan ini, Mari diam-diam mengeluarkan kotak bento.

Melihat Azusa berdiri, Miyuki juga segera meninggalkan meja. Seperti yang tersirat dalam namanya, penyedia makan malam mampu menghasilkan makanan, tapi tanpa seperangkat alat makan yang cocok, akan lebih efisien kalau membawa nampan sendiri secara manual.

Azusa pertama kali meletakkan nampannya di atas meja, kemudian membawa bagian Mayumi dan Suzune juga.

Setelah itu, Miyuki membawa dua nampan untuk Tatsuya dan dirinya sendiri, dan setelah itu makan siang paling menarik dimulai.

Pada awalnya, pembicaraan itu benar-benar terbuka satu sama lain.

Bahkan kemudian, Tatsuya dan Miyuki juga sedikit melakukan percakapan biasa dengan anggota komite.

Percakapan alami mengalir sampai ke topik makanan.

Tidak dapat terhindarkan bahwa penyedia makan malam hanya menghasilkan makanan cepat saji, tapi makanan modern olahan memiliki kualitas yang hampir sama seperti masakan normal. Bisa dikatakan, kualitasnya hanya bisa hampir sama dengan "kualitas normal" dari suatu masakan, karena itu kekurangan dalam makanan olahan tidak bisa dipungkiri.

"Apakah anda membuat bento sendiri, Watanabe-senpai?"

Niat Miyuki hanya untuk memulai percakapan dengan orang lain, dan tidak menyembunyikan alasan lain.

"Ya, kamu terkejut?"

Namun, ketika ditanya oleh Miyuki, Mari mengangguk dan membalas dengan pertanyaan menggoda yang sulit untuk dijawab.

Pada kenyataannya, Mari tidak berniat untuk menyiksa Miyuki, tetapi ingin memainkan lelucon kecil kepada adik kelas yang lugas dan sopan ini.

"Tidak, hanya sedikit penasaran saja."

Ketika Miyuki mulai panik,terdengar suara dari sebelahnya yang membalas untuknya.

".... jadi begitu."

Mata Tatsuya yang sedang melihat gerakan tangan Mari, atau lebih tepatnya jari-jarinya. Jika itu dibuat oleh sebuah mesin, atau dengan tangan sendiri, jenis masakan apa saja yang mungkin atau tidak mungkin dihasilkan ... Ini memberi kesan bahwa ia bisa mengetahui semuanya, sehingga menyebabkan Mari merasa cukup malu.

"Bagaimana kalau kita juga membawa bento kita sendiri besok."

Ketika Miyuki berbicara seolah-olah tidak ada yang terjadi, Tatsuya juga menggeser pandangan.

"Bento Miyuki pasti luar biasa, tapi kita harus mencari tempat untuk makan bersama ..."

"Oh, ya ... Pertama kita perlu mencari tempat untuk memakannya..."

Dialog dua bersaudara ini '- tidak hanya isi, tetapi suasana itu sendiri, tampak agak terlalu intim untuk sepasang remaja yang berhubungan darah.

"... Sama seperti sepasang kekasih."

Suzune memakai senyum yang agak sinis, dan menjatuhkan sebuah komentar yang meledak.

"Benerkah begitu ? Jika tidak ada hubungan darah, maka mereka pasti sepasang kekasih, itukah yang Anda pikirkan?"

Tatsuya dengan tenang membalas dan dengan cepat menjinakkan ledakan.

Atau malah sengaja meledakkannya.

"... Tentu saja, itu adalah lelucon."

Ketika menghadapi Azusa yang wajahnya memerah, Tatsuya meniru "senyum" Suzune dan melanjutkan makan dengan tenang. Wajahnya tidak terganggu sedikit pun.

"Kamu membosankan."

Mari berkata dengan nada jengkel.

"Aku juga berpikir begitu."

Tatsuya menjawab dengan cara yang sama.

"Ok, Ok, mari kita mengakhiri masalah ini di sini. Mari, aku tahu itu sulit untuk mengakuinya, tapi Tatsuya-kun memang orang yang sulit untuk ditangani."

Mungkin itu karena dia merasa kalau percakapan ini akan berlangsung terus-menerus tanpa henti, akhirnya Mayumi ikut campur tangan dengan senyum yang sedikit pahit.

"... Itu benar. Aku menarik kembali komentarku sebelumnya. Kamu mungkin orang yang menarik, Tatsuya-kun."

Dengan sedikit senyum - dan untuk seorang wanita muda yang cantik, ia sering menunjukkan senyum kepada anak laki-laki - Mari mengubah evaluasinya sebelumnya.

Pertama Presiden Dewan Siswa, sekarang Ketua Komite Disiplin. Kurasa aku sebaiknya segera terbiasa dengan orang memanggilku dengan nama.

"Sudah saatnya kita sampai ke pokok pembicaraan."

Mungkin sedikit tak terduga, tetapi waktu yang dialokasikan untuk istirahat makan siang itu terbatas.

Setelah semua orang selesai makan, baik Tatsuya dan Miyuki mengangguk setelah mendengar kata-kata Mayumi itu.

"Karena sekolah kita menempatkan penekanan pada penentuan nasib kita sendiri, Dewan Siswa telah diberikan kekuasaan besar dalam batas-batas sekolah. Tidak hanya sekolah kita, tapi SMA yang paling umum juga mengadopsi metode yang sama."

Tatsuya setuju dengan prinsip itu. Manajemen-sentris dan deterministik-sentris itu seperti pasang surut dan pasang naik gelombang, pada dasarnya berbeda tetapi pada saat yang sama berdampak satu sama lain. Setelah kemenangan dalam Pertempuran 3 tahun yang lalu di Okinawa dan peningkatan dalam suara internasional, gaya manajemen-sentris yang lama yang menyebabkan kerugian diplomatik dan kerusuhan internal tersapu dan terganti dengan mendukung penentuan nasib sendiri dan sudah menjadi tema masyarakat pada umumnya. Saat ini, ada kejadian sebaliknya , sebagian dari SMA swasta mengadopsi filosofi manajemen-sentris yang keras. Walaupun demikian, sulit untuk secara sepihak menghitung perkembangan dari pinsip ini.

"Dewan Siswa kita menggunakan metode tradisional yang mengkonsentrasikan kekuatan dan otoritas pada presiden. Gaya presidensial juga dapat digambarkan sebagai sentralisasi ekstrim."

Mendengar kata-kata ini memang memicu sedikit ketidaknyamanan, meskipun mungkin akan tidak sopan pada Mayumi.

Tatsuya mengepalkan tangannya.

"Presiden dipilih oleh badan siswa, anggota lain diangkat oleh presiden. Dengan beberapa pengecualian, presiden memiliki hak pengangkatan dan pemberhentian untuk semua anggota."

"Posisi saya sebagai Ketua Komite Disiplin adalah salah satu pengecualian. Dewan Siswa, Komite Manajemen Klub, dan guru-guru bisa memilih perwakilan untuk menentukan posisi ini."

"Dan karena ini, pada tingkat tertentu Mari memegang otoritas yang sama dengan apa yang saya lakukan. Berdasarkan aturan, presiden memiliki jangka waktu masa bekerja, tapi yang lain tidak. Masa kerjanya berlangsung dari 1 Oktober sampai dengan 30 September tahun depan. Antara waktu sekarang ini, presiden memiliki hak pengangkatan dan pemberhentian bagi semua anggota. "

(Sudah waktunya masuk ke pokok masalah.) Tatsuya tidak menginterupsi pembicaraan, tapi hanya mengangguk untuk menunjukkan bahwa ia mengerti.

"Ada tradisi tahunan untuk mengundang perwakilan siswa tahun pertama menjadi anggota Dewan siswa, dengan maksud melatih mereka untuk menjadi penggantinya. Semoga, perwakilan Tahun pertama akan terpilih menjadi Presiden Dewan Siswa berikutnya. Meskipun itu bukan jaminan, tetapi hal ini telah terjadi selama 5 tahun terakhir. "

"Jadi Presiden dulunya juga perwakilan siswa tahun pertama ? Cukup mengesankan."

"Ah ~, err, ya."

Mayumi tersipu dan tergagap karena jawaban Tatsuya.

Tanggapan Tatsuya itu hanyalah pujian, karena ia sudah tahu jawabannya. Yang aneh adalah bahwa Mayumi yang seharusnya sudah terbiasa dengan pujian tersebut mengingat posisinya, namun wajahnya masih memerah karena malu. Ini bukan akting, tapi malu yang sesungguhnya. Hal ini kelihatan cukup licik ... Dia tampak seperti siswa SMA pada umumnya. –jangan-jangan dia sengaja membiarkan orang melihat kalau dia mudah malu - dan itu adalah bagian dari akting yang sebenarnya ?

"Jadi ... Miyuki, saya harap kamu bisa masuk Dewan Siswa."

Pada tahap ini, mengatakan "masuk Dewan Siswa" pada dasarnya berarti menjadi anggota Dewan siswa.

"Apakah kamu bersedia untuk menerimanya ?"

Mengambil napas, kepala Miyuki tertunduk ke bawah dan menatap tangannya, kemudian menatap ke arah Tatsuya.

Tatsuya mengangkat bahu, menahan perasaannya sendiri, dan sedikit menganggukkan kepalanya.

Miyuki menunduk lagi sebelum menegakkan kepalanya kembali. Namun kali ini, matanya menyala semangat seperti orang yang siap terjun dari ketinggian.

"Presiden, apakah anda menyadari nilai ujian masuk Onii-sama?"

"-?"

Pada perkembangan yang benar-benar tak terduga ini, yang bisa Tatsuya lakukan hanya tetap diam.

Apa yang kamu katakan......, adikku?

"Hm, aku tahu itu. Sesungguhnya itu luar biasa ... Sejujurnya, ketika aku mengintip hasil ujian yang diperiksa guru, bahkan aku sampai kehilangan kepercayaan diriku."

"... Jika Dewan Siswa menerima siswa dengan nilai ujian yang tinggi dan kemampuan yang luar biasa, saya percaya Onii-sama akan memenuhi kriteria juga."

"Tunggu, Mi-"

"Dan dalam hal pekerjaan di atas meja (Manipulasi Teoritis), saya percaya bahwa tidak ada hubungannya dengan keterampilan praktek dan tingkatan. Dengan kata lain, pengetahuan dan penilaian yang lebih penting."

Bagi Miyuki, tidak mengijinkan orang lain untuk menyelesaikan kalimat mereka dan menyerobot kesempatan mereka untuk berbicara termasuk kejadian yang langka.

Dan jika pembicara lain adalah Tatsuya, maka frekuensi kejadian akan turun jauh lebih rendah.

"Saya merasa terhormat untuk menerima undangan dari Dewan Siswa. Akan tetapi saya bahkan akan cukup senang untuk menerima posisi terendah, tetapi apakah ada cara supaya Onii-sama bisa bergabung?"

Tatsuya benar-benar ingin untuk menutupi wajahnya dan melihat ke angkasa.

Apakah mungkin bahwa pengaruh negatifnya pada adiknya telah mencapai sejauh ini?

Miyuki harus tahu bahwa nepotisme terang-terangan hanya akan menyebabkan ketidaknyamanan pada orang lain.

"Sayangnya, hal ini tidak mungkin."

Orang yang menjawab bukan Presiden, tapi anggota dewan siswa yang duduk di sebelahnya.

"Anggota Dewan Siswa harus dipilih dari siswa jalur 1. Ini bukan aturan tak tertulis, tapi aturan yang disebutkan. Ini adalah satu-satunya klausul yang melekat pada hak pengangkatan dan pemberhentian oleh presiden. Untuk mengubah peraturan ini, diperlukan rapat amandemen khusus dengan kehadiran siswa seluruhnya dan diterima oleh mayoritas dua pertiga. Dan karena jumlah siswa jalur 1 dan jalur 2 praktis sama, secara realistis ini tidak mungkin. "

Suzune dengan lembut menjelaskan hal ini dengan nada yang sedikit menyesal.

Dari suaranya, terdengar jelas bahwa dia juga adalah seseorang yang menentang perlakuan yang berbeda antara Blooms dan Weeds.

"... Aku minta maaf. Aku mengatakan semua itu tanpa memahami situasi. Maafkan aku."

Miyuki hanya bisa terus terang mengakui kesalahannya.

Miyuki berdiri dan membungkuk dalam-dalam untuk meminta maaf, tetapi tidak ada yang menegurnya.

"Kalau begitu, Miyuki akan bergabung dengan Dewan Siswa saat ini dengan jabatan sekretaris, apakah kamu mau menerimanya ?"

"Ya, saya akan bekerja keras untuk memenuhi tugas-tugas saya. Tolong bimbing saya."

Miyuki menunduk lagi, tapi kali ini demi kesopanan daripada menyesal. Mayumi mengangguk pada Miyuki dengan senyum di wajahnya.

"Kamu akan mendapat rinciannya dari A-chan."

"Seperti yang saya katakan, Presiden ... Tolong berhenti memanggilku A-chan ..."

"Jika tidak ada komplikasi, bisakah kamu datang hari ini setelah sekolah?"

Sepenuhnya mengabaikan protes di sampingnya, Mayumi melanjutkan percakapannya.

"Miyuki."

Sebelum Miyuki bisa berbalik dan bertanya, Tatsuya menghentikannya dengan nada lisan pendek tapi kuat. Dia mengangguk setuju dengan saran Mayumi itu.

Miyuki mengangguk juga, sebelum berbalik menghadap Mayumi.

"Aku mengerti. Namun, itu akan lebih baik bagi saya untuk datang ke sini setelah sekolah ?"

"Tentu saja. Aku akan menunggumu, Miyuki."

"Hei ~ Mengapa aku dipanggil 'A-chan', sementara Shiba dipanggil 'Miyuki' ...?."

Sebenarnya ini adalah pertanyaan yang valid, tapi sekali lagi diabaikan.

Tatsuya mulai mengasihani Azusa sedikit.

"... Masih ada sedikit waktu yang tersisa sampai waktu istirahat makan siang berakhir. Bolehkah saya mengatakan sesuatu?"

Alasan kenapa kali ini semua orang mengabaikan Azusa, dan bukan karena alasan dendam atau sedang menggodanya, mungkin karena perhatian semua orang terarah pada tangan Mari yang terangkat ke atas.

"Daftar nama untuk Komite Disiplin masih memiliki satu tempat kosong yang belum diisi."

"Saya hanya mengatakan bahwa kita masih mengkaji kandidat. Selain itu, kegiatan sekolah juga baru dimulai seminggu yang lalu, kan?

Tidak perlu terburu-buru, Mari."

Tidak senang dengan sikap Mari yang terlalu tergesa-gesa, Mayumi menegurnya. Namun, tampaknya Mari tidak peduli.

"Saya pikir, sesuai dengan aturan Dewan Siswa, semua anggota selain dari presiden harus siswa jalur 1, kan?"

"Ya."

Mayumi mengangguk sebagai konfirmasi sementara ekspresi wajahnya mengatakan bahwa hal itu tidak bisa dihindari.

"Hanya siswa jalur 1 yang diperbolehkan untuk mengisi posisi Wakil Presiden, Akuntan, Sekretaris, dan peran terkait, kan?"

"Ya. Aturan menetapkan bahwa Dewan terdiri dari Presiden, Wakil Presiden, Akuntan, dan Sekretaris."

"Dengan kata lain, tidak ada pembatasan untuk membawa siswa jalur 2 menjadi anggota Komite Disiplin."

"Mari, kamu ..."

Mata Mayumi melebar, sementara Suzune dan Azusa keduanya dengan ekspresi terkejut yang sama.

Proposal ini sama mengejutkannya dengan saran Miyuki sebelumnya.

Rupanya, siswa tahun ke-3 yang dikenal sebagai Watanabe Mari ini berperan sebagai joker, pikir Tatsuya.

-Namun.

"BAGUS!"

"Ah?"

Bertepatan dengan seruan senang Mayumi ini, Tatsuya terkejut bingung.

"Ya, tidak ada masalah dengan Komite Disiplin. Mari, sekarang Dewan Siswa akan mencalonkan Shiba Tatsuya sebagai anggota Komite Disiplin.”

Sebuah perkembangan yang tak terduga terjadi dalam sekejap.

"Tunggu dulu! Bukankah anda seharusnya mempertimbangkan pendapat saya tentang masalah ini ? Selain itu, Anda juga belum menceritakan apa tugas anggota Komite Disiplin itu sendiri."

Daripada keberatan dari perspektif logis, itu lebih penting untuk mendengarkan naluri yang memperingatkan pada perkembangan yang berbahaya.

"Kami juga tidak benar-benar menjelaskan secara detail tentang tugas adikmu di Dewan Siswa, kan ?"

"... Tidak, itu benar, tapi ..."

-Sayangnya, keberatan Tatsuya itu langsung dimentahkan oleh komentar Suzune itu.

"Eh, Rin-chan, tidak apa-apa. Tatsuya-kun, tugas Komite Disiplin adalah untuk menegakkan disiplin di kampus."

"..."

"..."

"... Apakah hanya itu saja ?"

"Sementara pekerjaan ini tidak memiliki pencapaian tujuan yang pasti, dan juga cukup merepotkan ... Err, sepertinya ini masih tugas yang cukup penting ?"

Pertama-tama, dengan mengabaikan fakta bahwa dia mencoba untuk menyembunyikan kata-katanya di balik senyum itu. Yang lebih penting adalah bahwa Tatsuya tidak berpikir mereka akan mendengarkan pendapatnya dengan serius . "Bukan begitu maksud saya."

"Hm?"

Sepertinya mereka tidak berpura-pura bodoh atau tidak mengerti.

Tatsuya mengalihkan pandangannya ke kanan.

Di mata Suzune, Tatsuya melihat pandangan yang mengasihani dirinya.

Meskipun pandangannya seperti itu, tampaknya dia tidak akan membantu.

Dan di sebelah Suzune.

Mari tampak seakan dia menemukan seluruh rangkaian kejadian ini akan sangat menarik.

Dan di sisi lainnya dari Mari.

Ketika mengunci mata ke arah Azusa, matanya merasakan tatapan yang mengganggu.

Tatsuya terus menatapnya.

Meskipun Azusa sangat berusaha melirik kiri dan kanan, Tatsuya tidak melepaskan pandangannya dan terus menatap.

"Um, Komite Disiplin sekolah kita adalah sebuah organisasi yang bertanggung jawab untuk memperingatkan mereka yang melanggar peraturan sekolah."

-Sama seperti penampilan luarnya, Azusa lemah terhadap tekanan.

"Dalam hal disiplin siswa, biasanya terdiri dari hal-hal seperti peraturan seragam atau keterlambatan, tetapi ini ditangani oleh anggota yang ditunjuk oleh Komite Disiplin itu sendiri."

Secara konservatif, Dewan Siswa ini benar-benar sangat unik dan beragam, dia mungkin satu-satunya rentan terhadap taktik ini.

Tatsuya mulai khawatir dengan tugas pekerjaannya di masa depan.

"Um ..., apakah kamu memiliki pertanyaan?"

"Tidak, lanjutkan."

"Ah, OK. Tugas utama Komite Disiplin adalah mengidentifikasi orang-orang yang menggunakan sihir yang melanggar peraturan sekolah dan untuk menundukkan orang-orang yang menggunakan sihir di kampus sehingga menyebabkan gangguan. Setelah anggota Komite disiplin memutuskan hukuman yang diperlukan, dia akan dipanggil di depan Komite Disiplin bersama Presiden dan perwakilan siswa. Singkatnya, mereka adalah polisi dan jaksa. "

"Bukankah itu menarik, Onii-sama."

"Tidak, Miyuki ... Tunggu sebentar sebelum pikiran " Kalau sudah diputuskan ' terlihat di matamu... Hanya jaga-jaga, biarkan saya memastikan beberapa hal. "

"Memastikan apa?"

Tatsuya tidak terfokus pada Azusa yang baru selesai menjelaskan, tetapi berganti kepada Mari.

"Menurut penjelasan sebelumnya, misi anggota Komite Disiplin adalah untuk menghentikan konflik yang ditemukan, kan ?"

"Yah, itu benar. Kami juga berurusan dengan konflik non-sihir."

"Selain itu, jika sihir digunakan, kita wajib mengintervensi."

"Jika memungkinkan, akan lebih baik jika konflik itu diselesaikan sebelum menggunakan sihir."

"Itu poin saya! Teknik saya tidak bagus, dan di atas semua itu, aku ini siswa jalur 2!"

Akhirnya, bahkan Tatsuya mulai menaikkan volume suaranya.

Tugas ini jelas membutuhkan kekuatan sihir yang luar biasa untuk menundukkan lawan.

Tidak peduli dari sudut pertimbangan yang mana, tugas ini tidak cocok untuk siswa jalur 2 dengan keterampilan teknis yang buruk.

Namun, meskipun mendengar pertanyaan Tatsuya itu, Mari benar-benar tidak gentar dan menjawab dengan komentar sederhana.

"Ini bukan masalah."

"Apa yang kamu katakan?"

"Dalam kompetisi kekuatan, aku akan menanganinya ... istirahat makan siang hampir berakhir. Ayo kita simpan sisa penjelasan sampai sepulang sekolah, keberatan?"

Memang benar waktu istirahat makan siang hampir berakhir, dan benar bahwa hal ini tidak hanya sekedar berlalu bergitu saja.

"... Aku mengerti."

Tatsuya sepenuhnya memahami bahwa jika ia memasuki ruangan ini setelah sekolah, ia harus masuk lumpur ini lagi, tapi dia tidak punya pilihan lain.

"Kalau begitu kita akan bertemu lagi di sini."

Tatsuya menekan setiap perasaan yang tidak masuk akal dan menganggukkan kepalanya. Di sisinya, sementara walaupun sepenuhnya memahami pikiran kakak laki-lakinya, Miyuki tidak bisa menyembunyikan perasaan gembiranya.

 


(Klik Untuk Kembali Ke Daftar List)

Back to Lists

 

Views: 68 | Added by: sigieo | Tags: Mahouka Koukou no rettouseii | Rating: 5.0/1

Donasi

If the web is useful to you, we accept donations if you please. Donations will be used for the improvement and advancement of this web.

Jika web ini berguna untuk anda, kami menerima donasinya jika anda berkenan. Donasi akan digunakan untuk perbaikan dan kemajuan web.

IDbase Fanspage

IDbase Shout Chat

Addition menu

Section categories

Welcome [1]
welcome news
About Me [1]
about me
Privacy Policy [1]
kebijakan tentang privacy policy
Disclaimer [1]
kebijakan disclaimer
TOS [1]
kebijakan tos idbase

Our poll

Rate my site
Total of answers: 7

Statistics


Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
DMCA.com Protection Status

Ad unit

There may be advertising your product (resource)

Read more...

Ad unit

There may be advertising your product (resource)

Read more...

Ad unit

There may be advertising your product (resource)

Read more...